Politik

Pertahanan Nirmiliter adalah Kekuatan Sipil yang Dibutuhkan

Rabu, 30 Juni 2021, 12:04 WIB
Dibaca 177
Pertahanan Nirmiliter adalah Kekuatan Sipil yang Dibutuhkan
Bela negara (Foto: tirto.id)

Jika berbicara tentang pertahanan negara, umumnya masyarakat menganggap bahwa itu adalah hal yang selalu terkait dengan kekuatan militer. Bahkan dalam situasi tidak perang militer, sangat melekat di pikiran banyak orang stigma tersebut.

Pertahanan negara Indonesia terbagi dua yaitu pertahanan militer dan nir militer. Pertahanan militer sebagai kekuatan militer dimana TNI & Polri sebagai komponen utamanya, terdepan dalam menjaga dan melindungi negara jika dalam keadaan tidak aman oleh serangan invasi. Sedang pertahanan nir militer atau kekuatan sipil, dimana kondisi negara tidak dalam keadaan perang militer maka kekuatan sipil terdepan dan harus muncul dari seluruh rakyat Indonesia yang berjumlah 270 juta jiwa. 

Wujudnya dalam bentuk peningkatan kualitas diri agar siap menghadapi kondisi yang sangat dinamis seperti serangan wabah virus Corona saat ini yang mengancam keselamatan jiwa rakyat Indonesia. Dalam hal ini dituntut seluruh rakyat untuk bisa dan mampu disiplin menjalankan protokol kesehatan Covid-19 agar terhindar dari terinfeksi virus yang sangat mudah menular. Tenaga kesehatan terdepan berjibaku dengan kondisi yang tidak bersahabat ini. Di sisi lain akibat menghindari tertular virus mengharuskan berada di rumah saja sehingga tidak bekerja dan mengganggu perekonomian keluarga otomatis perekonomian negara.

Sipil harus sadar bahwa terpuruknya kondisi negara akibat virus, itu semua tergantung bagaimana sebagai sebuah bangsa bisa kompak dan bijak menyikapi maupun menyiasati sebuah gangguan menjadi peluang. Terbiasa dalam menciptakan karya atau prestasi sebagai inovasi yang dapat menghasilkan keuntungan profit. 

Jika ini terbangun baik, maka negara semakin kuat dan maju, kehidupan masyarakat juga sejahtera. Kondisi demikian sulit ditembus oleh gangguan atau ancaman karena sudah terbentuk kuat pondasi dalam arti fokus dan energi masyarakat hanya digunakan untuk terus berprestasi. Prestasi yang terus dikembangkan dapat memberi manfaat bukan semata kepada rakyat Indonesia tetapi juga seluruh umat manusia. Dengan mengembangkan inovasi menjadi kebutuhan manusia yang tentunya memberi nilai keuntungan selain materi juga respek dari negara lain kepada Indonesia. Keuntungan yang sangat besar dan berharga, selain memberi image positif bagi sumber daya manusia (SDM) Indonesia juga mampu menciptakan nominal yang besar dan itu artinya rakyat Indonesia menjadi makmur.

Ini salah satu kekuatan pertahanan negara dari sipil selain pentingnya memberikan pendidikan khusus bela negara agar sadar bagaimana mencintai Indonesia sebagai tanah airnya sebagai tempat lahir dan tumbuh dengan benar, mencintai ideologi Pancasila, sadar berbangsa bernegara. Salah satu giat yang bisa menumbuhkan rasa cinta jika seluruh generasi muda Indonesia yang baru menyelesaikan tugas pendidikan di SMA mengikuti wajib militer (Wamil) agar mereka bisa merasakan bagaimana adrenalin (usia pencarian jati diri) jika ditugaskan menjaga dan melindungi negara dari berbagai gangguan yang berasal dari luar maupun dalam negeri.

Dengan menjaga daerah perbatasan, daerah konflik sebagai pembentuk spirit juang yang tinggi dan pengingat bahwa apapun yang mereka pikirkan, ucapkan dan lakukan semata untuk negara dan bangsa.

Sehingga saat mereka kembali sebagai warga sipil dan memiliki fokus kerja dan bidang masing-masing, apa yang dikerjakan selalu dalam alur konstitusi dalam arti tidak mengganggu ketertiban umum yang merugikan orang lain bahkan tidak merugikan diri sendiri. 

Setiap waktu sangat berharga, antar individu saling respek maka kehidupan nasional menghadirkan nuansa yang hangat penuh dengan kedamaian. Selanjutnya hadirnya pendidikan sebagai pemikir handal ilmu pertahanan seperti di Universitas pertahanan Indonesia dan pendidikan lain yang sama yang dilakukan swasta sangat membantu menciptakan karakter warga negara Indonesia (WNI) yang mandiri dan bertanggung jawab. Jika semua ini bisa terbentuk baik dan menyeluruh maka menjadi kekuatan bangsa Indonesia dalam menghadapi dinamika yang sangat dinamis di era demokrasi dan digital saat ini.Tidak mudah terhanyut oleh arus globalisasi karena jiwa dan raga sudah kokoh menyatu, berpadu satu dengan spirit nasionalisme yang wajib dijunjung oleh seluruh WNI. 

Saatnya kita fokus dan terus mensosialisasikan bahwa pentingnya pertahanan nir militer sebagai kekuatan sipil terus menjadi perhatian bersama, maka kombinasi pertahanan negara Indonesia baik militer maupun nir militer sama baiknya dirasakan dalam menjaga keutuhan negara, kedaulatan dan keselamatan bangsa Indonesia. 

Saatnya anggaran pertahanan dialokasikan dominan pada pertahanan nir militer untuk membentuk karakter sipil yang dibutuhkan dalam menghadapi perkembangan zaman di era industri 4.0 atau 5.0 ke depan agar tetap berpegang pada ideologi Pancasila maka anggaran pertahanan efektif.

***