Politik

Konflik Palestina dan Israel, Konflik Siapa?

Jumat, 14 Mei 2021, 22:45 WIB
Dibaca 316
Konflik Palestina dan Israel, Konflik Siapa?
Gaza (Foto: france24)

Tidak bermaksud masuk ke dalam urusan dalam negeri negara lain, hanya terpikir saja mengapa sesama negara Arab tidak melakukan upaya-upaya dalam membantu konflik Palestina - Israel yang berkepanjangan ini. Negara gagal yang terjadi di Arab seperti di Tunisia, Suriah, dan Iraq yang dikenal dengan Arab Spring bukti negara-negara Timur Tengah tidak kompak dan tidak saling membantu.

Padahal sebagian negara Arab sangat maju dan memiliki hubungan sangat baik dengan negara lainnya di dunia utama dengan negara-negara Barat. Apa sebenarnya yang terjadi sehingga pola ini tidak juga berubah dan belum dirasakan peran negara Arab lainnya yang memiliki kedekatan secara wilayah maupun kultur. 

Konflik Palestina dan Israel yang sudah begitu lama terjadi akibat perebutan wilayah kekuasaan dan telah memakan banyak korban jiwa manusia tidak berdosa menjadikan sebuah keprihatinan besar atas dasar rasa kemanusiaan. Konflik ini bukan semata konflik keagamaan dimana Palestina beragama islam dan Israel beragama Yahudi, akhirnya secara langsung maupun tidak langsung dianggap sebagai konflik keagamaan yang akhirnya menyulut kemarahan umat islam di dunia. 

Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia mengutuk penyerangan yang dilakukan Israel, bahkan saat penduduk Palestina sedang menjalankan ibadah keagamaan masih menjadi sasaran penyerangan. Bahwa dalam perang ada aturan yang tidak boleh dilanggar yaitu penduduk bukan sebagai sasaran perang. Namun dalam kondisi tidak stabil seringkali menjadi tidak terkendali bila sudah dihadapkan pada situasi perang. Selama ini Indonesia hanya bisa menyampaikan rasa duka dan prihatin yang tinggi terhadap konflik Palestina Israel dan menyerukan agar dihentikannya perang, namun lagi-lagi hasilnya masih tidak berubah dan perang masih berlanjut. 

Apakah perlu Indonesia menjalin hubungan diplomatik secara resmi dengan Israel agar dapat mempengaruhi Israel secara persuasif dengan cara diplomasi untuk mengakhiri perang terhadap Palestina? Mampukah Indonesia mengambil peluang ini? Sementara kondisi kehidupan bangsa Indonesia sendiri saat ini juga sedang mengalami situasi buruk yang berdampak pada pelemahan sendi-sendi kehidupan berbangsa seperti kesehatan, keselamatan, ekonomi dan suhu politik yang terus tinggi berdampak stabilitas negara terganggu.

Jika direnungkan lebih dalam, apa sebenarnya tujuan dari perang Palestina Israel? Benarkah hanya ingin menguasai wilayah (meluaskan wilayah kekuasaan), atau ada agenda lain yang tidak diketahui yang menjadi sebuah proyek science atau apapun bagi pihak yang memiliki power lebih besar?

Sehingga memunculkan pertanyaan besar, sebenarnya perang Palestina Israel ini perang siapa? Karena saat ini kehidupan dunia sangat identik dengan perdamaian, sungguh aneh jika masih terjadi perang Palestina dan Israel.

Jika melihat sejarah terjadinya Arab Spring yang menjadikan beberapa negara Arab sebagai negara gagal, apakah konflik Palestina dengan Israel juga akan demikian, dalam arti Palestina harus berada dalam kekuasaan Israel? Untuk menguasai apakah ada sesuatu yang sangat berharga di tanah Palestina yang harus dikuasai? 

Apapun pertanyaannya, terpenting kehidupan umat manusia di alam modern saat ini tidak lagi memiliki perilaku yang menyakiti dan membuat kehidupan manusia menderita. Setiap manusia yang dilahirkan berhak hidup tumbuh dan berkembang di bumi sebagai salah satu makhluk ciptaanNya di antara makhluk hidup lainnya. 

Apakah benar ini sebuah proyek rahasia dari sebuah negara super power, tapi mengapa harus mengorbankan nyawa manusia untuk kepentingan manusia lainnya? Kondisi ini tidak adil bagi kehidupan manusia yang memiliki derajat sama sebagai makhluk hidup yang memiliki akal dan pikir.

 Lalu, apa upaya yang harus dilakukan Indonesia untuk menghentikan tindakan Israel tersebut, dimana posisi Indonesia dalam hal ini mengingat negara-negara Arab sajapun tidak mampu atau tidak mau melakukan upaya damai di tanah Arab tersebut. Saatnya negara di dunia mengakhiri model perang militer dan sepakat untuk tidak memproduksi senjata secara massal karena di era modern sangat melindungi hak azasi manusia dalam mewujudkan perdamaian.

Bargaining position yang dimiliki setiap negara dapat dilakukan dengan diplomasi dan negosiasi untuk memenangkan dan menguntungkan semua pihak dan berkelanjutan. 

Perang Palestina dan Israel bukan semata perang agama tetapi lebih luas yaitu perang terhadap kemanusiaan yang membuat seluruh umat manusia di muka bumi marah dan harus dihentikan karena tidak sesuai dengan rasa keadilan, kemanusiaan dan perdamaian.

***