Politik

Partai Politik Berkoalisi dengan Rakyat Sesuai Undang-undang

Sabtu, 6 November 2021, 15:06 WIB
Dibaca 159
Partai Politik Berkoalisi dengan Rakyat Sesuai Undang-undang
Partai politik (Foto: medan.go.id)

Sesuai UU partai politik (parpol) tahun 2011 sebagaimana tertulis pada BAB V pasal 10 poin d, bahwa tujuan dari parpol adalah mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Jadi, jika ada parpol yang bertujuan selain mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia, maka parpol tersebut sudah melenceng dari tujuan awal parpol didirikan. Karena spiritnya tidak sama dengan yang tercantum pada pembukaan Undang-Undang Dasar tahun 1945.

Oleh karena itu sangat memprihatinkan melihat ruang media sosial (medsos) nasional yang terus ricuh akibat terus saling adu debat tentang perjuangan yang mengatas namakan rakyat. Saat sebuah parpol (Partai Demokrat pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono) menyatakan bekerja untuk rakyat, selalu peduli membantu rakyat, berkoalisi dengan rakyat sering direspon dengan kalimat tanya, rakyat yang mana? Tentu rakyat yang harus dibantu, siapapun ia tidak melihat kelompoknya, agamanya, rasnya.

Mungkin bagi mereka yang kehidupannya baik-baik saja tiada masalah dalam menghadapi kesulitan di masa pandemi wabah Corona sekarang ini. Tapi bagi mereka yang sedang membutuhkan uluran tangan tentu sangat berharga, karena mereka sangat membutuhkan demi keselamatan hidupnya.

Semua elemen bangsa dalam situasi seperti ini memunculkan kesadaran dalam membantu saudara sebangsa yang menghadapi kesulitan, bantuan ini semua dilakukan atas dasar kemanusiaan. Jika selalu muncul pertanyaan yang mengandung nada pesimis, berarti mereka belum memahami dengan baik konstitusi negara Indonesia bahwa tujuan politik demokrasi sasarannya adalah membantu rakyat agar selamat dan sejahtera. Parpol sebagai organisasi politik memang diperuntukkan menampung aspirasi rakyat, selain menjalankan kerja sebagai wakil rakyat atau kepala pemerintahan baik di pusat maupun daerah yang tujuannya sama, yaitu mensejahterakan rakyat.

Jika selalu dipertanyakan rakyat yang mana, apakah ada rakyat lain di negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI)? Jika tidak paham UU Politik, akan terus memicu ricuh karena menyampaikan pikiran tanpa bekal pengetahuan dan informasi yang cukup.

Rakyat Indonesia yang berjumlah 270 juta jiwa, jika setengahnya saja (130 juta jiwa) aktif berpartisipasi di ruang demokrasi dan pemilihan umum (pemilu) yang berarti terbagi lagi ke beberapa parpol maka suara rakyat tersebut ada di parpol yang memiliki wakil rakyatnya di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) baik pusat maupun provinsi dan kabupaten.

Semua suara yang berada di parpol tersebut adalah warga negara Indonesia (WNI) yang disebut rakyat. Itu cerminan sederhana dari siapa yang dimaksud rakyat agar semakin terbuka pikiran dan wawasan setiap orang.

Jika anak bangsa paham, akan memunculkan kesadaran tinggi bahwa keselamatan bangsa dan negara ada di tangan para penyelenggara negara, yakin mereka akan sangat berhati-hati dalam menjalankan amanah rakyat. Dengan terus mengedepankan perhatian besar terhadap kesejahteraan rakyat serta dijalankan dengan penuh adab maka tujuan tersebut menjadi lebih efektif dan cepat.

Di ruang demokrasi, sejatinya setiap individu berpegang teguh pada pikir dan tindak yang terkonsep baik bahwa perbedaan adalah anugerah sebagai sumber yang semakin mengkayakan diri tapi bukan saling menjatuhkan. Pentingnya mengapresiasi dan menghargai pandangan yang berbeda agar saling tercerahkan tapi bukan untuk saling melemahkan. Karena akan menghabiskan energi sia-sia sementara untuk membangun bangsa tanpa gangguan saja dibutuhkan effort sangat besar. Jika selalu terganggu ruang demokrasi nasional terbayang sulitnya kita semua menjalankan kehidupan berbangsa dengan kualitas baik akhirnya hanya berputar di tempat yang sama tidak pernah maju.

Seluruh WNI harus berpijak pada konstitusi apapun bahasannya (substansial) jika belum tahu, bisa mencari tahu dan mempelajarinya terlebih dulu, jika sudah tahu akan lebih mudah dan meminimalisir benturan-benturan. Bangsa bijak adalah bangsa yang tahu bagaimana menggunakan seluruh sumber dayanya dengan baik dan dapat dinikmati oleh seluruh rakyat hasil capaiannya. Indonesia bisa maju asal semua mau kembali pada spirit nasionalisme yang sewajarnya.

***