Politik

Akhirnya Presiden Batalkan Lampiran Perpres Nomor 10 Tahun 2021

Rabu, 3 Maret 2021, 05:12 WIB
Dibaca 266
Akhirnya Presiden Batalkan Lampiran Perpres Nomor 10 Tahun 2021
Presiden Joko Widodo (Foto: acNN Indonesia)

Apa sih miras (minuman keras) itu, apa saja yang termasuk dalam kategori miras dan hakekatnya bagi manusia sehingga begitu penting ada dalam kehidupan sosial budaya masyarakat? 

Miras, minuman suling atau spirit adalah minuman beralkohol yang mengandung etanol yang dihasilkan dari penyulingan (yaitu berkonsentrasi lewat distilasi), etanol diproduksi dengan cara fermentasi biji-bijian, buah atau sayuran. Contoh minuman keras adalah arak, vodka, gin, baijiu, tequila, rum, wiski, brendi dan soja (Wikipedia). 

Pada hakekatnya miras dibutuhkan manusia di negara-negara empat musim untuk menghangatkan tubuh di musim dingin/salju dengan takaran yang secukupnya.  

Di Indonesia miras/minuman alkohol tercampur aduk dan cenderung dianggap barang yang sama sehingga meliputi minuman fermentasi yang tidak disuling seperti bir, tuak, anggur dan cider. 

Menurut Tika Bisono, ada dua fungsi minuman keras untuk orang Indonesia yaitu sebagai arah pergaulan/sosialisasi modern, dan sebagai pelarian dari masalah atau stres. Tidak dipungkiri alkohol sudah menjadi part of culutre Indonesia, saat sedang berkumpul dengan teman atau sedang stres (Kompas.com).

Dicabutnya izin investasi miras yang tertuang dalam lampiran Perpres No.10 Tahun 2021 yang ditanda tangani oleh Presiden Jokowi pada tanggal 2 Februari 2021 lalu, maka miras kembali masuk dalam bidang usaha tertutup investasi, seperti tercantum pada aturan sebelumnya yaitu Perpres No. 44 Tahun 2016 tentang daftar bidang usaha yang tertutup dan bidang usaha yang terbuka dengan persyaratan di bidang penanaman modal.

Pembukaan keran investasi ini secara psikologi membuat masyarakat tidak tenang akhirnya menuai pro dan kontra dari berbagai elemen, karena akan memproduksi lebih banyak dampak negatifnya ketimbang dampak positifnya yaitu kebangkitan perekonomian. Walau sudah diatur sedemikian rupa bahwa persyaratan yang harus dipenuhi seperti: 

Penanaman modal baru dapat dilakukan di provinsi Bali, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara dan Papua dengan memperhatikan budaya dan kearifan lokal setempat.

Penananan modal di luar provinsi tersebut harus mendapat ketetapan dari kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) berdasarkan usulan gubernur.

Namun karakter Indonesia yang mayoritas muslim tentu memberi pengaruh negatif yang cukup besar, dimana minuman keras menurut islam adalah minuman yang mengandung alkohol yang memabukkan.

Minuman keras yang memabukkan ini dapat membuat seseorang kehilangan kesadarannya jika dikonsumsi berlebihan. Jika seseorang kehilangan kesadarannya maka membuat ibadah yang dilakukan tidak sah karena sedang tidak sadar (M.liputan6.com).

Pentingnya bagi mereka yang gemar mengkonsumsi minuman keras baik remaja yang sudah cukup umur sesuai aturan maupun orang dewasa, memiliki pengetahuan yang lebih luas tentang batasan dalam mengkonsumsi alkohol dan menanamkan bentuk sikap tanggung jawab penuh untuk mengontrol jumlah asupan agar tidak berlebihan. Seringkali kita melihat di tayangan media mainstrean orang-orang yang meninggal akibat mengkonsumsi minuman keras tanpa memiliki kesadaran dan pengetahuan yang tinggi.

Dengan pertimbangan matang serta masukan dari berbagai pihak seperti tokoh agama khususnya akhirnya resmi Presiden mencabut lampiran Perpres No.10 Tahun 2021 yang khusus mengatur investasi miras beralkohol.

Terimakasih Bapak Jokowi yang telah mendengarkan suara rakyat, karena sebagai rakyat juga memiliki peran dan tanggung jawab besar untuk menjaga dan melindungi negaranya.

Dapat dipahami dan dimengerti dalam situasi akibat pandemi Covid-19 membuat ekonomi negara terpuruk, namun Bapak sebagai pengemban amanah rakyat sudah melakukan yang sebagaimana mestinya (bijak) dalam hal ini.

Jika pola yang terbangun antara pemimpin yang menjalankan proses penyelenggaraan negara dikontrol oleh rakyat sebagai pemilik kedaulatan negara maka kehidupan bangsa Indonesia akan sangat tenang dan lebih produktif otomatis negara kuat dan maju.

Perlunya terus mensosialisasikan minuman penghangat tubuh ala Indonesia agar tubuh dan pikiran tetap hangat apalagi di kala musim hujan seperti teh jahe, susu, coklat panas, bandrek, teh lemon hangat, kopi selain sehat jika ini terus disosialisasikan untuk dikonsumsi dan manjadi gaya hidup akan maka akan menggerakkan ekonomi, utama ekonomi rakyat.

***