Politik

Demokrat Memilih Penghormatan daripada Kekuasaan

Sabtu, 13 Februari 2021, 14:05 WIB
Dibaca 1.892
Demokrat Memilih Penghormatan daripada Kekuasaan
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama ayahanda Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) (Foto: Kompas.com)

Sepuluh tahun Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang diusung oleh partai Demokrat mendapat amanah besar dari bangsa Indonesia untuk memimpin negara, selama dua periode (2004-2009, 2009-2014) tersebut negara dapat berjalan stabil, tenang sehingga masyarakat dapat fokus pada bidang kegiatan masing-masing dan produktif.

Karena aturan negara mensyaratkan maksimal dua periode kepemimpinan sebagai presiden, maka sebagai pemimpin amanah SBY taat pada aturan yang berlaku. Pun andai diperbolehkan hingga tiga periode, SBY merasa cukup hanya dua periode saja sehingga semua lebih terukur dan terkendali baik.

Oleh karena itu di periode berikutnya saat terpilih presiden pilihan rakyat dari partai yang berbeda, yang selama sepuluh tahun lalu mengambil sikap berada di luar pemerintahan dan berfunsi sebagai check and balance agar pemerintahan berjalan pada arah yang benar. Terbukti saat peralihan kepemimpinan dari SBY ke Jokowi sebagai presiden berikutnya di tahun 2014 dapat berjalan lancar tanpa gangguan/hambatan.

Saat ini partai Demokrat dipimpin oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), sebagai generasi muda yang melanjutkan estafet kepemimpinan di salah satu partai besar nasional ini. Sejak tahun 2014 partai Demokrat mengambil posisi di luar pemerintahan dengan segala dinamika yang dihadapi. Logika umum memang lebih aman jika berada dalam pemerintahan, mendukung pemerintah dari dalam akan mendapatkan banyak kemudahan-kemudahan selanjutnya untuk memenangkan kompetisi dalam demokrasi.

Namun bagi petarung berpikir sebaliknya, bahwa berada di luar pemerintahan bukan berarti tidak mendukung pemerintah, seorang lawan adalah sumber informasi yang jujur/valid, dan partai Demokrat mengambil posisi penghormatan ini, menjadi diri sendiri, kokoh dan berdiri di atas kaki sendiri. Dengan begitu warna partai Demokrat sangat terlihat jelas dan dirasakan keberadaannya oleh rakyat.

Perjuangan Partai Demokrat tidak semata untuk para pendukung atau rakyat yang memilihnya, tetapi bagi seluruh rakyat Indonesia, bahkan jika tadinya mereka adalah pendukung partai pemerintah yang merasa sudah tidak sejalan lagi spiritnya, partai Demokrat sangat terbuka untuk seluruh WNI.

Jika partai Demokrat juga berada pada posisi kekuasaan seperti lainnya, lalu siapa yang menjadi penyeimbang jalannya pemerintahan? Siapa yang mengakomodir kekecewaan rakyat terhadap kebijakan pemerintah yang dirasakan tidak sesuai harapan? Bahkan saat ini peran dan fungsi DPR sebagai fungsi kontrol terhadap pemerintah juga tidak berjalan sebagaimana mestinya (lemah) sehingga satu-satunya harapan adalah partai Demokrat yang selalu ada bersama rakyat.

Bagi partai politik yang sangat konsen akan kemajuan negara dan bangsanya, dipastikan memiliki prinsip baik dalam perjuangannya. Memilih sebuah penghormatan daripada kekuasaan adalah sebuah spirit penghargaan jangka panjang, dalam arti kehidupan berbangsa tidak semata tentang kesejahteraan ekonomi tetapi kekayaan hati/moral.

Tanggung jawab moral yang dibangun partai Demokrat sebagai bentuk komitmen berada di luar pemerintahan seperti dahulu PDI-P juga memilih jalur di luar pemerintahan. Jika pola seperti ini terbentuk dan menjadi pondasi bagi politik demokrasi maka rakyat hanya melihat dua warna besar dalam konstelasi politik nasional yaitu biru dan merah. Karena partai lainnya sudah melebur di merah sehingga dua kekuatan ini nanti menjadi dua pertarungan besar di tahun 2024. Partai Demokrat akan berjuang memenangkan pertarungan di 2024.

Baca Juga: Pemimpin-pemimpin Muda Dunia

Kemenangan hakiki dengan menjunjung nilai-nilai moral agar kehidupan berbangsa ke depan menjadi lebih tertata apik serta jelas arahnya menjadi tanggung jawab besar seorang ketua umum partai untuk membangun kehidupan berbangsa yang jauh dari hanya sekedar membagi kekuasaan kepada orang-orang yang tidak ahli di bidangnya dengan merusak tatanan kehidupan bernegara secara langsung maupun tidak langsung dan AHY berjuang untuk mengembalikan tatanan kehidupan berbangsa sebagaimana sejatinya sebuah negara dikelola, insya Allah.

Dengan niat baik, tekad yang bulat serta ketulusan bekerja dan membawa kehidupan berbangsa merata bahagia menjadi tujuan dan perjuangan partai Demokrat.

Pemimpin besar selalu berpikir besar.

***