Politik

Aksara Cina pada Poster Politik Partai Daya

Sabtu, 21 Januari 2023, 18:28 WIB
Dibaca 72
Aksara Cina pada Poster Politik Partai Daya
Aksara Cina pada poster Partai Daya.

Besok (22-01-2023) Hari Imlek. Tahun Baru Cina.

Banyak orang menulis topik itu. Saya tak ingin ikut-ikutan. Maka saya mencari angle, ceruk baru. Celah yang belum ditelisik. Dan ditulis orang. Seperti judul narasi ini.

Seperti kita mafhum bersama. Aatomi Dayak dan Cina, kurang lebih sama. Korrie Layun Rampan (1988) pernah menggambarkannya dalam Tempo. Dalam novel Ngayau (2014), saya menggambarkan bahwa terdapat banyak kemiripan dalam hal upacara. Terutama kelahiran dan kematian. Juga korban dan mantra-mantranya.

Pergilah ke Kalimantan Barat!

Anda akan bingung membedakan: mana Dayak mana Tioghoa. Punya ciri fisik yang kurang lebih serupa. Kulit kuning bersih, mata sipit, rambut lurus.

Syahdan, kata nenek moyang yang tidak harus dipercaya. "Dayak adalah Cina hutan."

Dalam pada itu, menurut Dokumen Milter. Lantaran takut keliru itulah, pihaknya perlu bantuan orang Dayak, ketika peristiwa 1967, untuk memastikan mana Dayak dan mana Tionghoa. Hal itu sekaitan dengan pelaksanaan PP No. 10 Tahun 1959. Apa isinya? (Cari sendiri, ya?)

Di Kalbar, sejak semula Dayak-Tionghoa padu. Orang Dayak menyapa Cina dengan "Sobat". Kedua sukubangsa akur saja, kecuali digosok, dan dimanfaatkan pihak lain.

Maka ketika Dayak punya partai sendiri, di Kalbar, kaum Tionghoa di sini mendukung sekali.

Sejarah selalu berulang. Dahulu ketika Partai Persatuan Daya (PPD -- tanka huruk "k" di ujung, waktu itu) didirikan adalah Lim Bak Meng seorang Tionghoa yang lahir di Nibung Seribu Pontianak (kini Kubu Raya) pada 22 September 1908, yang membantu. Bukan hanya tenaga sebagai sukarelawan. Juga harta benda dan taruhan nyawa.

Mau bukti? Inilah salah satu sumbangsih etnis Tionghoa Kalbar bagi Dayak.

Bukti ini berbicara cukup. Bahan kampanye (selebaran) agar mendukung PPD pun beraksara Cina. 

Tidak mudah mengkampanyekan partai etnis lain, oleh etnis lain, dengan bahasa lain. 

Tapi Cina Kalbar melakukannya. Luar biasa!


(Catatan: dokumen ini arsip saya. Jika share, atau menggunakannya, harap menyebutkan sumbernya!)