Politik

Indonesia Anugerah Terindah Bangsa Indonesia

Selasa, 16 Februari 2021, 16:58 WIB
Dibaca 140
Indonesia Anugerah Terindah Bangsa Indonesia
Bendera Merah Putih di angkasa (Foto: tribunnes.com)

Bangsa Indonesia adalah bangsa paling beruntung di dunia, bagaimana tidak? Selain negaranya besar, juga memiliki laut yang luas serta iklim tropis dan kesuburan tanah yang luar biasa. Ibarat hidup tanpa harus uang yang menjadi alat tukar, semua orang bisa hidup dengan cara saling bertukar barang (barter). Untuk menyokong kebutuhan primer saja sangat mudah, apalagi karakter masyarakat asli Indonesia adalah sebagai masyarakat agraris.

Jika bangsa Indonesia sadar bahwa negaranya adalah surga dunia, bahkan masyarakat dari negara lain jauh sebelum kemerdekaan Indonesia seperti dari Asia menjelajah hingga sampai ke tanah nusantara. Dari Eropa, Timur Tengah, India, China dan lain-lain yang akhirnya menjadi keberagaman budaya nusantara. Jika kita sedang berada di negara lain seperti di Singapore, Thailand, Malaysia, Myanmar yang dekat dengan Indonesia langsung terbayang alangkah besar negaraku sehingga muncul kebanggaan tersendiri terhadap tanah air Indonesia.

Indonesia juga memiliki garis pantai yang sangat panjang, jika dapat diberdayakan dengan baik dapat menjadi tujuan wisata mancanegara yang sangat senang dengan aktifitas pantai dan laut. Itu artinya sebagai sumber devisa yang kuat bagi Indonesia. Kombinasi kehidupan darat dan laut yang sangat besar merupakan kekayaan alam yang patut disyukuri.

Bangsa Indonesia sebagai bangsa spritual, sejatinya dapat memaknai anugerah ini dengan bijak, jangan sampai emas di tangan lepas karena sesuatu yang sifatnya artifisial/kepalsuan/tidak bertahan lama.

Perilaku masyarakat Indonesia harus mampu menunjukkan sikap/perilaku sebagai bangsa yang pandai bersyukur atas kemegahan yang telah diberi oleh sang maha Kuasa. Perilaku yang merugikan diri sendiri dan orang lain serta lingkungan seperti melakukan kejahatan jalanan (merampok, begal, tawuran), pemimpin yang tidak amanah seperti korupsi, mengambil hak orang lain seperti menggunakan dana publik di BPJS, ASABRI, BUMI PUTERA, serta semena-mena mengambil lahan orang lain tanpa sepengetahuan dengan mengganti nama pemiliknya.

Perilaku tidak terpuji yang entah dari mana asalnya, menjadi rakus dan tidak peduli dengan nasib sesama anak bangsa yang sejatinya harus sadar sebagai saudara sebangsa yang memiliki kesamaan rasa dan nasib bahwa jika satu sakit semua ikut merasakan begitu juga sebaliknya.

Tapi yang terlihat semua berlomba-lomba menimbun materi, selama dari hasil kerja keras dan kemanfaatan tentu didukung dan mengapresiasi serta menjadi inspirasi tetapi jika sebaliknya, mereka ini bangsa apa?

Selalu berpikir bahwa memiliki kekayaan materi maka hidup mereka akan lebih bahagia. Bisa jadi jika orang lain yang melihatnya dari luar, tapi jika dirasakan sendiri pasti muncul rasa bersalah dan hampa karena disadari itu bukan haknya. Akhirnya kehidupan bangsa ini jauh dari rasa bahagia karena didominasi oleh jiwa-jiwa miskin sebagai sumber yang melemahkan bangsa itu sendiri.
Jika tidak segera disadari dan diperbaiki, khawatir bangsa ini akan tergerus spirit kebangsaannya dan runtuhlah keberadabannya sebagai salah satu entitas di bumi.

Alangkah disayangkan jika tidak diimbangi dengan keindahan berpikir, tidak harus mengubah budaya asli dengan budaya dari luar jika cenderung bertolak belakang dengan khas bangsa Indonesia sebagai bangsa yang hidupnya dekat dengan alam dan akhirnya merepotkan. Dengan sering merenung dan mensyukuri, maka semua dapat dilalui dengan baik, tidak perlu mengkhawatirkan bahwa hidup anak cucu nanti bagaimana jika sejak dini sudah dibangun kehidupan yang dapat memberi makna besar bagi keselamatan generasi muda.

Hilangkan pola berpikir menimbun materi yang akhirnya hanya menjadi beban karena mau tidak mau kita harus menjaganya, anak cucu menjadi tidak terdidik mandiri serta bertanggungbjawab jika selalu disediakan apa yang mereka mau membuat bangsa ini semakin lemah secara mental.

Nilai sejati dari sebuah kehidupan berbangsa adalah jika bangsa tersebut dapat hidup sesuai dengan dinamika alamnya yang sudah kaya, dengan tidak merusaknya. Jika semua hal buruk sepakat dihentikan maka akan menumbuhkan saling percaya terhadap sesama anak bangsa dan tidak ada lagi pemaksaaan kehendak yang akhirnya menimbulkan kegaduhan di antara anak bangsa itu sendiri.

Tanah air yang begitu luas masih cukup untuk mendukung kehidupan 270 juta jiwa jika dapat diatur dan ditata baik, hilangkan sifat rakus agar semua merata mendapatkan haknya. Tidak ada faedahnya jika rekening anda berisi hingga 1 trilyun atau lebih jika masih banyak saudara sebangsa yang hidupnya justru memprihatinkan. Apalagi bagi anak-anak yatim piatu yang tidak atau terpantau keberadaannya, kadang mereka menghadapi situasi yang mencekam dari lingkungan sekitar apakah dalam bentuk kekerasan maupun pelecehan seksual. Apakah kita semua menyadari semua ini, sehingga mereka tumbuh menjadi monster-monster yang akhirnya mengganggu kehidupan sosial.

Jika semua dapat dikelola dengan baik dan teratur otomatis dapat meminimalisir perilaku-perilaku buruk tersebut. Sudah 75 tahun Indonesia merdeka, apalagi di era kemajuan teknologi informasi seperti sekarang seharusnya lebih memudahkan dalam mendukung kemajuan bangsa dan negara. Ingat, bahwa negara maju tidak selalu identik dengan kepemilikan ekonomi tinggi, terpenting adalah kekayaan hati/jiwa dan moral yang menjadi pegangan hidup. Jika ini terbentuk dan terbangun maka kebangkitan ekonomi tidak perlu dikhawatirkan, bisa bersumber hanya dari interaksi 270 juta jiwa anak bangsa dengan negara sebesar ini dapat menciptakan ekonomi stabil dan sustainable siklusnya.

Baca Juga: Indonesia Tahun 2021, Peluang untuk Sukses Ada, Jangan Sia-siakan

Itulah kekuatan bangsa Indonesia yang memiliki anugerah terindah dan patut menjadi pondasi kuat dalam menjalani kehidupan berbangsa. Tidak perlu resah jika mungkin rumahmu tidak semegah rumah di negara maju, tak perlu cemas jika mobilmu tidak semewah mobil kaum jetset, tak perlu berkecil hati jika tidak bisa ikuti perkembangan kehidupan modern selama bisa menjadi diri sendiri dan hidup dengan caramu dan tidak merugikan lingkungan, itulah kehidupan hakiki. Tidak sulit mewujudkan sikap karakter demikian karena dasarnya bangsa Indonesia adalah pemilik karakter hidup sederhana dan berilmu, karena dengan ilmu maka kehidupan lebih terlindungi dan menyelamatkan.

Sebagai orangtua, jadilah orangtua yang mendidik dan bertanggung jawab, sebagai anak jadilah anak yang patuh, sebagai pembisnis jadilah pembisnis jujur dan peduli, sebagai guru/pengajar jadilah pengajar yang mencerahkan, sebagai politikus jadilah politikus yang bisa diandalkan, sebagai pemimpin jadilah pemimpin amanah, sebagai rakyat jadilah rakyat yang taat/tertib aturan, sebagai penegak hukum jadilah penegak hukum yang dipercaya.

Hanya itu rumus yang menjadi kekuatan bangsa Indonesia, sebagai bentuk rasa syukur telah dianugerahi negara yang kaya dan indah yang dimiliki saat ini.

Mari ciptakan generasi muda Indonesia yang memiliki karakter mental petarung dalam arti memiliki spirit juang besar dalam mencapai keinginannya dengan kerja kerasnya sendiri maka sudah terbentuk lingkungan kondusif bagi kehidupan berbangsa, tidak ada lagi hal yang dikhawatirkan, hidup tenang bahagia sepanjang masa.

***