Politik

Mari Menjaga Indonesia dari Ujung Papua

Selasa, 9 November 2021, 06:53 WIB
Dibaca 239
Mari Menjaga Indonesia dari Ujung Papua
Papua (Foto: liputan6.com)

Pengalaman pertama berkunjung ke Papua yang letaknya berada di ujung paling timur Indonesia menghadap Samudra Pasifik sebagai Samudra terbesar pertama di dunia dan Samudra ini terletak di antara Asia dan Australia di sebelah barat, Amerika di sebelah timur, Antartika di sebelah selatan dan Samudra Arktik di sebelah utara (Wikipedia) membuat pikiran berkembang tentang keamanannya, bagaimana tidak selalu terdengar serangan dari kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua yang menewaskan penduduk sipil maupun prajurit TNI Polri. Sehingga saat berada di Papua (kebetulan menginap di hotel yang persis berada di pinggir laut) pandangan hanya tertuju ke arah laut dan dermaga tempat kapal bersandar.

Saat makan pagi, kebetulan terlihat sebuah kapal laut dengan lambang kesehatan (palang merah) pada sebuah kapal tanpa ada nama negara dengan letak Papua yang demikian membuat pikiran menalar jika itu adalah kapal asing/Amerika. Kemudian keesokan harinya kapal tersebut sudah tidak ada, sehingga hati bertanya, kira-kira apa tujuan kapal tersebut ke Papua, apakah sedang menjalankan misi kemanusiaan akibat wabah Covid-19 karena seluruh dunia memang sedang terserang oleh pandemi wabah.

Terlepas apakah itu benar kapal laut Amerika (tentu sudah sesuai protap jika masuk wilayah Indonesia) atau kapal laut TNI (kapal yang membawa medis memiliki lambang palang merah untuk semua negara sama tanpa nama negara), terpenting dari semua itu adalah bagaimana kepedulian untuk menjaga wilayah Indonesia, utama bagi keamanan Papua yang secara geografi berada di paling timur Indonesia.

Sejatinya, jikapun kapal asing sering masuk ke Papua mengingat sulit menghindari dampak dari politik internasional khususnya antara Amerika dan China (perang ekonomi) dapat membuat Papua maju secara ekonomi. Kepedulian seluruh masyarakat Papua selain bisa mengambil peluang tersebut untuk kesejahteraan hidup tetapi juga sudah turut serta menjaga Papua agar tetap terjaga baik dari sisi keamanan, hal ini utamanya menjadi perhatian pemerintah pusat dan pemerintah daerah setempat menjaga wilayah Papua secara keseluruhan. Karena memang riskan, selain jauh dari ibukota negara, juga sangat terbuka bagi lingkungan Asia Pasifik.

Sebagai salah seorang warga negara dengan nurani bersih terus peduli terhadap hal-hal yang menjadi perhatian yang dikaitkan dengan keamanan nasional, apalagi wilayah Indonesia sangat luas sebagai negara kepulauan terbesar di dunia.

Bumi Papua yang begitu elok dan eksotik, sangat menarik bagi warga bangsa lain untuk mengeksplorasinya. Daratan luas dengan kekayaan alam yang sangat berlimpah, hutan yang sangat luas dengan jumlah penduduk yang bisa dikatakan sedikit jika dibandingkan dengan luas daratan. Seperti tambang tembaga, emas dan perak di Timika yang dieksplorasi oleh PT Freeport McMoran sejak tahun 1967 hingga sekarang sebagai perusahaan tambang yang berafiliasi dengan Amerika.

Jenderal Andika Perkasa bahkan dalam menyampaikan misi sebagai Panglima TNI di DPR fokus menyoroti perbatasan yang berarti salah satunya tentang keamanan di Papua. Bagi mereka yang sangat konsen pada bidang pertahanan negara (keamanan nasional) dengan sendirinya peduli dan paham melihat perkembangan lingkungan strategis untuk fokus dalam menyelesaikan persoalan-persoalan bangsa yang dapat mengancam dan mengganggu kedaulatan, keutuhan dan keselamatan bangsa dan negara Indonesia.

***