Politik

Sikap tegas Ketua Umum Partai Demokrat, AHY

Minggu, 28 Februari 2021, 13:33 WIB
Dibaca 358
Sikap tegas Ketua Umum Partai Demokrat, AHY
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama ayahanda Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) (Foto: Kompas.com)

Umumnya siapapun ia, apakah itu perseorangan, sebuah kelompok atau organisasi jika menghadapi sebuah masalah maka langkah yang dilakukan adalah segera menyelesaikan masalah tersebut untuk menhadirkan solusi terbaik sebelum masalah semakin berkembang dan sulit diselesaikan.

Strategi dan waktu yang tepat dengan orang-orang yang tepat, menghasilkan solusi yang diharapkan. Bukan hanya berkutat pada masalahnya saja dengan merenunginya serta membiarkannya berharap hilang berlalu ditelan angin dan waktu dengan sendirinya.

Demikian yang dihadapi partai Demokrat saat ini. Kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sedang mendapatkan terpaan badai yang bersumber dari beberapa orang kader, selain kader aktif juga ada beberapa kader yang sebenarnya sudah lama tidak aktif dan bahkan menjadi relawan Jokowi, sementara Partai Demokrat saat ini berada di luar pemerintahan Jokowi.

Oleh karena itu dasar pembentukkan kepengurusan partai Demokrat masa periode 2020-2025 diisi oleh kader-kader muda yang masih aktif dan berintegritas (mutu, sifat atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan kejujuran, KBBI).

Namun dalam perjalanan satu tahun kepemimpinan AHY, di saat berbagai upaya perjuangan terus dilakukan dan digaungkan selalu bersama rakyat, berkoalisi dengan rakyat sehingga hasil pilkada 9 Desember 2020 lalu menuai kemenangan yang cukup membanggakan, dari target kemenangan di 30-35% akhirnya Demokrat bisa memenangkan hampir 49% (melampaui target) dari 270 pilkada serentak yang digelar di 9 provinsi, 234 kabupaten dan 37 kota di Indonesia.

Tak pernah surut semangat Ketum untuk terus menyemangati kader Demokrat seluruh Indonesia untuk bergerak serentak maksimal hingga berada pada posisi hasil survey secara nasional di empat bahkan tiga besar.

Hal ini yang menjadikan pihak-pihak tertentu barangkali ingin coba mengambil paksa kepemimpinan AHY sebagai ketum Demokrat yang sudah berpeluh keringat selama ini menaikkan popularitas partai, yang kemudian oleh pihak luar ingin mengkudeta.

Saat dulu partai Demokrat berada pada posisi survey lima atau enam besar tidak ada yang berminat mengkudeta, tapi saat ini Demokrat mulai memancarkan kilaunya, selama setahun lalu menghadapi pandemi Covid-19 yang tak henti-hentinya menerpa bangsa Indonesia, AHY menginstruksikan agar Demokrat terus peduli membantu rakyat yang sedang kesulitan akibat Covid-19 (kesehatan maupun ekonomi).

Sejatinya hanya orang lemah yang melakukan upaya tidak simpati dalam perjuangannya. Orang hebat memiliki jiwa-jiwa hebat yang mampu berpikir berinisiatif mendirikan partai politik sesuai kehendak sendiri akan lebih diapresiasi dan menginspirasi serta jadi panutan bagi rakyat karena telah muncul semangat baru bagi suhu politik demokrasi Indonesia yang terus tinggi daripada melakukan upaya tidak terpuji yang menuai kecaman masyarakat.

Maka dari itu, AHY sebagai pemimpin yang tidak bisa dianggap enteng kemampuan memimpinnya menunjukkan ketegasan sikap seorang pemimpin sebagai pengambil keputusan untuk segera melakukan konferensi pers menyampaikan poin-poin penting secara terbuka yang dilakukan oleh pihak luar yang diindikasi dari pemerintahan Jokowi yang dimotori gerakkannya oleh beberapa kader Demokrat aktif dan tidak aktif tersebut.

Baca Juga: Spirit Partai Demokrat Terus Terjaga

Pernyataan keras langsung menusuk jantung mereka yang berupaya melakukan kudeta, terbukti saat dikonfirmasi oleh media, oknum dari pihak pemerintah tersebut mengakui secara tidak langsung terlihat dari gestur tubuh yang tidak tegas saat mengklarifikasi pernyataan ketum AHY.

Akhirnya terkuak gerak gelap mereka, dan cukup menggemparkan ruang publik nasional, menjadi bahasan hangat berhari-hari di media sosial (medsos) maupun media mainstream. Secara tak langsung juga upaya kudeta ini berekses pada hubungan baik Bapak SBY dan Bapak Jokowi.

Selama ini banyak yang menduga bahwa tingginya pangkat seseorang itu akan sulit dikalahkan oleh pihak lain. Di sini AHY membuktikan, bahkan seorang mantan panglima terkulai lunglai dibuat. Karena dasarnya kepemimpinan seseorang itu ditentukan oleh personality-nya tapi bukan pangkatnya.

Sikap dan tindakan dari internal partai Demokrat dalam hal ini sangat tegas, dengan melakukan penyisiran menindak keras kader yang tidak loyal dan berkhianat mulai dari beberapa kepengurusan DPC dan beberapa kader yang lama tidak aktif dan aktif tersebut.

Dalam budaya organisasi sangat baik menerapkan pola didik terhadap kader dengan jalankan fungsi reward and punishment dimana fungsi reward untuk menambah spirit kader yang aktif dalam karya/prestasi serta memacu kader lainnya dalam spirit yang sama, dimanapun berada baik di legislatif, eksekutif maupun bidang lainnya. Begitu juga jika kader melakukan kesalahan dengan melihat tingkat kesalahannya wajar diberikan punishment, untuk memberikan efek jera bagi lainnya otomatis perjuangan partai berjalan lebih maksimal.

Seorang pemimpin memang tidak semata dituntut bisa menjalankan program-program kerja partai, tetapi juga kemampuan menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul dengan baik/efektif. Kekuatan/kemahiran seorang pemimpin dalam menjalankan roda organisasinya dapat dilihat dari stabilnya kepemimpinan itu walau dinamika yang dihadapi tinggi.

Fitnah yang terus bermunculan di medsos disebar oleh orang yang tidak bertanggung jawab, sejatinya berbalik ke mereka sendiri telah memalukan dan merendahkan diri sendiri. Jika demikian bagaimana orang akan bersimpati kepada mereka?

Dalam kehidupan yang sangat dinamis apalagi jika terkait banyak orang tidak mudah menjaga rasa yang sama terus terjaga baik dan menghindari terjadi hal-hal yang dianggap tidak adil. Jika menuntut sebuah kebenaran sementara mereka sendiri pun jauh dari spirit kebenaran lalu apa yang bisa dibanggakan?

Dengan terus berbenah diri dan memberikan yang terbaik untuk rakyat adalah ruh partai Demokrat di bawah kepemimpinan AHY.

Ujian ini ibarat matrikulasi, pelajaran yang dipetik untuk semakin menguatkan hubungan antar kader, semakin solid serta membentuk pribadi kokoh/tangguh, bijak dan dapat dipercaya. Jika ada hal yang kurang baik terhadap Demokrat, tolong kabarkan kepada kami, jika ada hal yang menggembirakan dari Demokrat tolong kabari kawan-kawan, saudara kita.

Jika bukan AHY, siapa lagi? Jika bukan sekarang, kapan lagi? Demokrat terus berbenah diri dan kembali fokus pada perjuangan memenangkan hati rakyat, terus dekat dan membantu rakyat. Energi yang ada tidak terbuang begitu saja, dengan tidak memberi panggung lebih luas bagi mereka orang-orang lemah yang berjuang dengan cara memburukkan rumahnya sendiri, tempat mereka pernah sukses bersama Demokrat.

Di manapun orang-orang dengan pola seperti ini tidak akan diterima di lingkungan masyarakat, organisasi, partai apapun, karena tidak bisa dipercaya, sulit untuk dititipkan amanah dan mereka akan terus berkhianat.

#DemokratSolid
#AHYTegas

***

Baca juga: Antara Helmy Yahya, AHY, dan Transformasi