Politik

Politik Itu Sangat Menarik, Banyak yang Tergoda

Selasa, 9 Februari 2021, 06:30 WIB
Dibaca 629
Politik Itu Sangat Menarik, Banyak yang Tergoda
Ilustrasi Politisi (Foto: Digital Trends)

Terus tingginya suhu politik nasional berdampak masyarakat secara umum ikut serta dalam perbincangan di dunia politik. Menulari lebih banyak orang dari kalangan manapun untuk memberikan pandangan dan perhatiannya pada ranah politik praktis. Sebenarnya politik itu apa sih? Sehingga begitu menarik dan penting dibahas oleh kelompok masyarakat yang berbeda pandang.

Politik menurut beberapa ahli;

Aristoteles mengatakan bahwa politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama.

Prof. Miriam Budiardjo mengatakan bahwa politik adalah macam-macam kegiatan dalam suatu sistem politik (negara) yang menyangkut proses menentukan tujuan-tujuan dari sistem itu dan melaksanakan tujuan-tujuan itu.

Franz Magnis Suseno, politik adalah kegiatan manusia yang berorientasi kepada masyarakat secara keseluruhan atau yang berorientasi kepada negara.

Joice Mitchel mengatakan politik adalah pengambilan keputusan kolektif atau pembuatan kebijaksanaan untuk masyarakat seluruhnya.

Secara umum politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang berwujud pada proses pembuatan keputusan khususnya dalam negara.

Jika diperhatikan definisi politik di atas bahwa tujuan politik sangat mulia, yang dilaksanakan oleh seluruh warga negara dalam mengelola atau menjalankan fungsi bernegara untuk tujuan baik agar kehidupan rakyat di negara tersebut rukun, makmur, sejahtera, merata.

Sesuai UU, bahwa proses penyelenggaraan negara diatur melalui partai politik (parpol). Di mana fungsi parpol sebagai penggerak utama kehidupan berbangsa yang mensyaratkan bahwa setiap orang berhak dipilih dan memilih dalam ruang demokrasi. Serta adanya pembagian kekuasan secara horizontal (legislatif adalah lembaga pembuat undang-undang, eksekutif sebagai pelaksana pemerintahan, dan yudikatif sebagai penegak hukum), dan pembagian kekuasaan secara vertikal (pemerintah pusat dan pemerintah daerah).

Namun ada pengecualian bagi aparatur sipil negara (ASN), tentara nasional Indonesia (TNI) dan polisi Republik Indonesia (Polri), sebagai alat negara tidak boleh ikut dalam politik praktis agar tidak terganggu dalam fokus kinerja dan efektif, serta keikut sertaannya dapat melemahkan kualitas demokrasi. Politik sebagai cara atau seni merupakan tantangan tersendiri bagi seorang politikus/partai politik dalam memainkan pola permainan untuk mencapai tujuan menang.

Disadari bahwa baik politikus di level pusat maupun daerah, tahu dan memahami peta politik dalam organisasi yang menjadi dasar perjuangan. Dalam organisasi selalu ada dinamika, mengingat di sana terdapat kepentingan bangsa dan negara sebagai tujuan utama, kemudian kepentingan partai dan juga kepentingan pribadi/kader.

Bagaimana semua kepentingan bisa mix dan match, itulah sumber dinamika yang terjadi dan harus dihadapi oleh semua pelaku politik praktis.

Terkadang demi kepentingan negara maka kepentingan partai harus dikesampingkan, demi kepentingan partai maka kepentingan pribadi harus dikesampaingkan, inilah perjuangan para politikus sebagai pejuang di ruang demokrasi.

Karena berpolitik itu adalah investasi jangka panjang sejatinya, butuh spirit tinggi dan loyalitas besar. Memang tidak dapat dihindari adanya keinginan seorang kader yang memilih tujuan jangka pendek, begitu tujuannya tercapai merasa sudah cukup puas, tapi ada kader yang menilai bahwa kerja politik adalah keseluruhan jiwa yang ditumpahkan untuk menegakkan kedaulatan bangsa dan negara dalam arti lebih luas sehingga dibutuhkan mental-mental yang handal, karena proses politik itu sendiri adalah ruang pembelajaran ilmu politik praktis yang tidak ada habisnya karena dinamika selalu berubah.

Selama ada kehidupan, selama ada negara maka organisasi politik akan terus ada dan bergerak serta berkelanjutan oleh karena itu terjadilah regenerasi akibat manusia sebagai pelaku politik ada masanya dlm arti umur yang terus bertambah menjadi tua, lelah dan dibutuhkan istirahat (batasan). Itu dinamika yang alamiah, terpenting spirit yang dipedomani bahwa semakin ke sini pola berpolitik terus mengalami perbaikan dan pembenahan, jauh dari perilaku korupsi yang justru melemahkan negara, berlawanan dengan maksud dan tujuan politik yang sesungguhnya dan mulia.

Baca Juga: 8 Pelajaran Penting dari Drama Politik di Amerika Serikat

Debat dan argumen di ruang media sosial (medsos) juga terus terjadi tarik menarik yang kuat antara pihak pemerintah dan yang bersebrangan dengan pemerintah. Namun kadang sikap dari pihak pendukung pemerintah merespon dengan kalimat yang tidak simpatik sehingga terus memicu keributan yang jika dibiarkan akan semakin besar dan sulit dikendalikan serta diatasi. Pihak yang mengontrol bermaksud agar pemerintah tetap di arah yang benar, karena tanggung jawab besar terhadap kehidupan 260 juta jiwa manusia dan kedaulatan negara.

Situasi ini juga memancing banyak pihak yang sejatinya ada di lingkup yang telah diatur UU tidak boleh berpolitik praktis seperti akademisi yang masih terikat sebagai ASN, ikut dalam debat, tanpa sadar sudah tidak objektif lagi dalam melihat persoalan semakin menambah ricuh. Bahkan seorang mantan panglima pun tergoda untuk lebih serius berkiprah di politik namun dengan cara yang tidak patut sebagai panutan.

Alangkah bijak jika ingin berkiprah di dunia politik agar keluar dulu dari institusi yang mengikat (pensiun dini) untuk memudahkan dan maksimal membangun spirit politiknya seperti yang telah dicontohkan oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), secara tegas dan berani mengambil sikap gentlemen memilih karir sebagai politikus dengan meninggalkan karir sebagai prajurit TNI yang sejatinya AHY bisa sampai pada prestasi tertinggi di TNI jika masih berada di lingkup militer.

Ini merupakan salah satu ciri pemimpin yang berkomitmen kuat, fokus di politik dan membuktikan mampu mengayuh perahu besar dengan seluruh kader Demokrat di Indonesia. Relationship yang luas dan baik adalah salah satu prestasi yang dimiliki oleh AHY sebagai pemimpin, selain ilmu kepemimpinan dan strategi.

Harapannya demikian pula dengan seluruh masyarakat Indonesia yang sering berkicau di medsos mengkritisi pemerintah dan sebaliknya, yang memiliki magnet besar bagi banyak orang, sejatinya dapat bergabung di parpol yang manapun yang disukai sesuai visi misinya. Jika parpol diisi oleh orang-orang yang memiliki harapan besar terhadap kemajuan negara akan lebih bermanfaat jika mereka ada dalam gerbong parpol daripada sendiri. Karena sangat jelas bahwa untuk mengatur rakyat dan negara dijalankan oleh parpol, tidak ada cara lain. Jika parpol diisi oleh orang-orang yang memiliki pengaruh pikir besar dan terbuka serta positif maka suhu politik di Indonesia akan lebih sejuk dan mencerahkan.

Sangat mengapresiasi bagi mereka yang mau berjuang di jalur politik dengan segala lebih dan kurangnya. Tidak ada kehidupan yang sempurna, dan kita semua tidak bisa menjadi sempurna, bahwa dinamika yang dilalui adalah tantangan bagi pelaku politik praktis bagaimana tujuan dapat tercapai tapi tetap di jalur yang benar dan tepat. Mereka-mereka pemilik jiwa kokoh patut menjadi andalan dan harapan rakyat.

Yakin masyarakat Indonesia semakin sadar bahwa, hanya bangsa Indonesia yang bisa merubah negaranya menjadi lebih baik atau lebih buruk. Jadi jika pilihanmu ingin Indonesia lebih baik, mari berjuang melalui partai politik. Tidak keren jika tidak berpolitik, tidak ada sebuah prestise selain berpolitik. ilmu, wawasan, relationship sangat luas dan baik terjalin, istimewa.

Bangga berada di ruang politik praktis.

***