Literasi

Derap Langkah Kecil Si Mawar Biru

Kamis, 25 Februari 2021, 07:08 WIB
Dibaca 307
Derap Langkah Kecil Si Mawar Biru
Buku

Selalu ada hikmah di balik musibah atau keadaan yang tidak bersahabat bagi orang-orang yang memiliki spirit tinggi akan kebaikan hidup. Bagaimana tidak, saat itu saya baru saja menuntaskan doktoral saya kemudian wabah Covid-19 menerjang Indonesia, sehingga mau tidak mau untuk menghindari tertular wabah harus berada di rumah saja.

Saat kuliah, saya rajin membeli buku dari dosen namun belum sempat membacanya. Jadilah karena harus berada di rumah saja, saya memulai membaca buku-buku tersebut yang kemudian menginspirasi saya untuk membuat tulisan (karena akhirnya semua yang saya baca tersebut berseliweran di kepala saya).

Sebelumnya memang saya belum pernah menulis secara khusus, dan saya coba untuk memulai. Saya mulai saja dengan menulis isu-isu terkini utamanya tentang wabah corona, bagaimana Indonesia menghadapi wabah ini, strategi apa yang dipilih untuk mencegahnya, serta bagaimana menekan angka agar tidak meluas orang tertular virus, bagaimana masyarakat menghadapi situasi ini baik secara tindakan maupun mental, mengingat selama ini (sebelum pandemi wabah) masyarakat selalu melakukan banyak giat di luar rumah yang sifatnya berkumpul dengan banyak orang.

Sementara saat ada wabah justru kita diharuskan untuk menjalani protokol kesehatan (prokes) Covid-19 dengan rajin mencuci tangan, menggunakan sanitizer, menggunakan masker saat berada di luar rumah serta menjaga jarak (tidak berkumpul dengan banyak orang).

Kemudian berlanjut pada topik pemerintahan, bagaimana mengelola negara yang tepat apalagi di masa pandemi wabah karena dampak virus Covid-19 juga membuat ekonomi masyarakat dan ekonomi negara terpuruk.

Upaya dari Partai Demokrat yang juga turun untuk memberi bantuan kepada masyarakat paling terdampak virus maupun ekonomi dan turut serta menguatkan negara, bagaimana kesadaran setiap warga negara menjalankan peran dan fungsinya sebagai bentuk sikap bela negara, dilanjutkan dengan kegigihan sebagai perempuan dalam menghadapi dinamika hidup yang masih berada di ruang marginal, serta puisi-puisi sebagai bentuk refleksi diri.

Tidak disangka, ide terus mengalir hingga melampaui 80 judul yang akhirnya dikumpulkan dan direkap menjadi sebuah tulisan dalam buku "Derap Langkah Kecil Si Mawar Biru" yang berfungsi juga sebagai catatan, informasi, referensi, pedoman.

Terimakasih kepada Ketum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang telah memberi dukungan penuh dalam bentuk kata sambutan yang semoga menjadi inspirasi dan penyemangat bagi penulis dan juga pembaca. Jadilah buku ini sebagai buku perdana yang semoga akan berlanjut dengan buku-buku berikutnya.

Baca Juga: Pemimpin-pemimpin Muda Dunia

Tidak terasa waktu rasanya begitu cepat berlalu, setahun sudah hingga hadir buku ini yang semoga dapat menjadi pegangan kita semua untuk berpikir, bersikap/perilaku saling menguatkan sesama anak bangsa.

Spirit yang dibangun tidak saling melemahkan, memajukan Indonesia membutuhkan energi/effort yang besar, jika saling melemahkan maka akan runtuhlah keberadaban bangsa Indonesia yang katanya sebagai bangsa timur sangat kental dengan khas budaya sopan, santun, ramah, menghormati, menghargai, toleransi, saling menolong, empati dan seterusnya.

Semoga kehadiran buku ini dapat memberi oase baru bagi kehidupan berbangsa, penulis dalam hal ini walau berasal dari salah satu partai besar di Indonesia, tetapi selalu dalam pikir dan tindak mengedepankan semangat nasionalisme, bahwa jika negara ingin maju dibutuhkan kekuatan seluruh elemen bangsa, oleh karena itu butuh kesadaran besar untuk dapat mewujudkannya.

***