Literasi

Covid-19 Membuat Setiap Individu Lebih Bernilai

Sabtu, 23 Oktober 2021, 19:52 WIB
Dibaca 108
Covid-19 Membuat Setiap Individu Lebih Bernilai
Ilustrasi mencegah Covid-19 (Foto: kompas.com)

Menelusuri sejarah perjalanan kehidupan manusia pada pertengahan abad ke 14, muncul pandemi hebat yang menyerang manusia saat itu yang disebut dengan maut hitam (black death) atau wabah hitam. Membunuh sepertiga bahkan dua pertiga populasi Eropa. Maut hitam ini merenggut sedikitnya 75 juta nyawa dan pada tahun 1700 kembali melanda Eropa.

Beberapa wabah yang muncul yaitu, wabah Italia (1629-1631), wabah besar London (1665-1665), wabah besar Wina (1679), wabah besar Marseille (1720-1722), wabah di Moskwa (1771), (Wikipedia).

Di awal tahun 2020 dunia kembali dilanda wabah yang menyerang kesehatan dan keselamatan hidup manusia. Banyak orang yang terinfeksi virus Corona bahkan meninggal dunia. Di Indonesia sendiri hingga di tahun ke dua virus Corona melanda masyarakat Indonesia tercatat telah mencapai 143.000 an orang meninggal dunia, utama bagi mereka yang memiliki penyakit penyerta. Sulit menghindari serangan wabah, walau sudah berupaya maksimal untuk menghindari agar tidak tertular.

Di era digital seperti saat ini, sejatinya dapat dimanfaatkan untuk saling bertukar informasi dalam upaya menyelamatkan diri, ketersediaan informasi yang dibutuhkan juga cukup tersedia baik dari lembaga kesehatan dunia seperti WHO, negara maju lainnya bahkan pemerintah Indonesia sendiri, tinggal bijaknya setiap individu dalam memilah mana info yang dibutuhkan.

Secara psikis memang cukup berat situasi yang dihadapi, jika diamati secara seksama memang tidak mudah menghadapi situasi berat akibat wabah, bahkan pemerintah pun harus lebih mematangkan kebijakan yang diambil agar efektif diimplementasikan. Sejatinya bentuk negara kepulauan lebih mudah menekan penyebaran wabah virus, namun karena wilayah pandemi terbesar adalah sentral ekonomi nasional tidak menjadi fokus utama untuk dilakukan lock down atau karantina ketat saat awal wabah akhirnya wabah menjalar ke wilayah lainnya.

Saat ini situasi yang dirasakan hampir merata di wilayah pulau Jawa menjadi zona merah dan ini membuat keadaan semakin memprihatinkan.

Jika sudah seperti ini keadaannya, harus diterima namun kunci terjaga dan terlindungi rakyat dari segala yang mengancam dan mengganggu rakyat adalah negara dalam hal ini pemerintah yang telah diamanahkan untuk menjalankan proses pengelolaan negara sesuai konstitusi.

Ditambah dengan kehadiran varian virus baru plus pintu-pintu kedatangan internasional yang tidak hanya dari satu pintu membuat wabah terus menjalar. Situasi pelik yang membuat kehidupan nasional semakin lemah, mau tidak mau ekonomi rakyat dan negara semakin terpuruk dampak tidak bisa menjalankan aktivitas di luar rumah untuk menghindari tertular virus.

Sejatinya situasi ini membuat setiap individu sebagai anak bangsa utama bagi kaum muda Indonesia, generasi penerus bangsa untuk semakin sadar dan paham hikmah dari sebuah keadaan yang membuat setiap insan patut mensyukuri kehidupan. Harus dijaga yang berarti setiap orang memiliki kewajiban untuk menyelamatkan diri sendiri dahulu sebelum muncul bantuan dari pemerintah ataupun dari elemem bangsa lainnya.

Salah satu hal positif yang dirasakan adalah setiap individu, setiap warga bangsa saat ini terpantau oleh pemerintah karena harus mendapatkan suntikan vaksin agar tidak mudah terpapar oleh virus. Setiap orang menjadi lebih bernilai, jika sudah demikian alangkah baiknya setiap pribadi utama bagi generasi muda bangsa bisa lebih menyayangi diri sendiri dengan cara menjaga kebersihan dan kesehatan fisik otomatis kesehatan psikis terbangun baik. Sebagai manusia modern yang beraqal pikir harus bisa mengambil hikmah dari kondisi yang menakutkan tersebut untuk kualitas hidup lebih baik dari sebelumnya.

Dengan menjalankan pola hidup sehat, asupan gizi baik dan seimbang, olahraga teratur, pikiran positif dan kendali pikir, istirahat cukup, hargai lingkungan maka akan memunculkan perasaan ringan dan membuat apa yang dikerjakan selalu dengan aura yang gembira serta sangat menikmati, tahu-tahu waktu mengalir cepat tanpa terasa. Sebagai bangsa timur yang kuat spiritual, sejatinya dapat lebih mudah mengatasi berbagai persoalan, karena selain dengan akal pikir, jiwa dan nurani turut menyeimbangkan.

Hampir dua tahun sudah bangsa Indonesia hidup dalam kesulitan akibat wabah virus harus dibayar dengan sikap perilaku setiap individu yang memberi rasa nyaman bagi semua di ruang sosial ke depannya. Semakin erat hubungan persaudaraan sebangsa, saling dukung, saling menguatkan, fokus pada hal-hal yang membawa rasa bahagia bukan sebaliknya yang melemahkan mental anak bangsa. Sebuah bangsa kuat dan tangguh jika pikir dan tindak selalu berorientasi pada hal-hal yang menyenangkan dalam kehidupan bersama. Tidak terus membuat situasi rumit oleh pikiran-pikiran negatif yang hanya menghasilkan rasa sakit bagi saudara lainnya.

Belajar dari situasi berat ini, harus bisa membuat kehidupan masyarakat Indonesia menjadi lebih manusiawi, karena itu modal sebagai bangsa besar yang berkeadaban. Jika ada yang sebaliknya, tidak tahu bangsa apa orang yang demikian.

Mari kita sambut kehidupan yang lebih terbuka dan penuh keceriaan warna cerah, dengan berpikir positif dan berfokus pada diri sendiri namun tidak abai terhadap lingkungan di luar diri, hidup harus lebih meningkat baik dari semua sisi dari pikiran, hati, jiwa dan sikap perilaku.

Itulah kualitas bangsa Indonesia hari ini membangun kehidupan berbangsa yang lebih sehat, bahwa setiap individu sangat bernilai. Bung Karno sudah memulai dengan mengatakan beri aku sepuluh pemuda maka aku guncangkan dunia, saat ini sudah banyak jumlah pemuda unggul Indonesia, sejatinya dapat lebih hebat lagi kemampuan dan kepeduliannya dalam membangun peradaban kehidupan berbangsa.
Salam sehat..
Salam kuat..
Salam persatuan..

Dengan semangat sumpah pemuda kita bangkitkan rasa persaudaraan sebangsa maka negara maju.

  • ***