Literasi

Buku| Mengapa perlu Launching?

Minggu, 2 Oktober 2022, 07:45 WIB
Dibaca 73
Buku| Mengapa perlu Launching?
Saya dan Donna Agnesia, diskusi dulu, sebelum Launching.

Launching itu sendiri. Selain meluncurkan produk baru. Juga: ajang promosi dengan exposure, daya-dorong terpaan media yang luar biasa. Jika kita punya sedikit wawasan tentang media, itulah bagian dari apa yang disebut: media/impact.

Dalam konteks terpaan media, dan bagaimana sebuah iklan dan event bekerja, launching buku menjadi sebuah hajatan yang: perlu!

Banyak sudah buku saya diluncurkan. 101 Tokoh Dayak jilid 1, di Galery Cipta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta akhir tahun 2015. Tak tanggung-tanggung MC-nya: Donna Agnesia.

Ada hal yang unik. Ketika jadi MC, Donna jadi Dayak sehari. Ia kenakan aksesoris Dayak.

Dampak launching buku luar biasa. Menaikkan promosi. Sekaligus penjualan buku itu sendiri. Namun, harus ready stock.

Launching buku bukan sekadar acara hura-hura. Jangan pula dilihat berapa besar biayanya, yang pastinya gak masuk hitung-hitungan. Jika toh misalnya, buku itu ludes terjual. Ada kepuasan tersendiri. Ada pula yang disebut multiflier effect. Efek bergulingnya, yang tidak dibayar kontan, dan dituai hari itu juga. Investasi.

Dengan dana pribadi, niscaya saya gak akan kejangkau. Isi kantong gak nyampe. Jangankan membayar jasanya. Ganti make up saja, saya gak kuat.

Baca juga: https://bibliopedia.id/mengapa-buku-perlu-launching/?v=b718adec73e0

Bayangkan! Berapa biayanya? Tak berbilang angka. Namun, ada orang yang baik hatinya menutup semua cost itu, untuk saya.

Buku 101 Tokoh Dayak Jilid 3 diluncurkan di RUAI TV, Pontianak, pada Januari 2019. Setelah acara, semacam Talk-Show yang dikemas Entertain, ada acara makan-makan.

Biaya dari mana? Dari sponsor!

Launching buku bukan hanya sekadar hura-hura. Jangan pula dilihat berapa besar biayanya, yang pastinya gak masuk jika buku itu terjual semua.

Ada cara lain: gandeng sponsor. Atau temukan sosok orang yang "bosan kaya".

Dampak launching buku luar biasa. Menaikkan promosi. Sekaligus penjualan buku itu sendiri. Namun, harus ready stock.

Haruslah ready produknya. Sebelum buku diluncurkan.