Literasi

Vaksin untuk Siapa?

Kamis, 1 April 2021, 07:03 WIB
Dibaca 143
Vaksin untuk Siapa?
Vaksinasi (Foto: Pikiran Rakyat)

Alangkah bahagianya rakyat Indonesia jika negara harmoni dalam menjalankan proses penyelenggaraan negara. Karena sudah pasti dampaknya akan dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia.

Saat ini Indonesia sedang menggalakkan vaksinasi untuk seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang jumlahnya kurang lebih 270 juta orang, yang memiliki hak sama untuk memperoleh suntikan vaksin agar imun tubuh kuat stabil dalam menangkal terinfeksi virus corona yang sudah setahun melanda Indonesia. Akibat serangan wabah ini, telah banyak saudara kita yang berpulang menghadap sang Khalik.

Situasi yang amat menyedihkan utamanya bagi mereka yang ditinggalkan para suhada (berjuang di jalan Allah membela kebenaran atau mempertahankan hak dengan penuh kesabaran).

Untuk itulah pemerintah dalam rangka menyelamatkan dan melindungi rakyatnya wajib melakukan upaya terbaik, selain upaya-upaya yang selama ini sepakat bersama dalam menjalankan protokol kesehatan (Prokes) dengan disiplin tinggi, namun di sisi lain juga harus ada upaya lebih terjamin dengan melakukan vaksinasi.

Pelaksanaan di lapangan diutamakan bagi tenaga kesehatan (nakes) yang berhadapan dan menangani langsung pasien terinfeksi virus Covid-19. Agar terus berkurang nakes yang juga turut menjadi korban meninggal akibat terinfeksi virus.

Kemudian yang dianggap sebagai prioritas selanjutnya adalah para penyelenggara negara (Presiden, menteri, kepala lembaga, penegak hukum dan seterusnya). Dianggap sebagai prioritas karena fungsi sebagai pengelola negara dan pengambil kebijakan serta tugas yang sering bersentuhan dengan banyak orang. Adapun dalam pelaksanaan vaksinasi di lapangan karena memang tujuan utama vaksin adalah menyelamatkan nyawa seluruh rakyat apapun profesinya, seringkali yang menjadi kendala kemudian adalah distribusi suntik vaksinasi atas dasar skala prioritas, saat ini fokus berlanjut pada para lansia. 

Upaya pendataan dari pemerintah terus dilakukan secara masiv bagi penerima vaksin. Namun alangkah terbantu pemerintah jika muncul sikap pro aktif dari kelompok-kelompok masyarakat apalagi jika kelompok tersebut juga termasuk yang dianggap riskan karena sering bertemu dengan banyak orang.

Tidak bermaksud ingin membenturkan pendapat karena kelompok masyarakat apapun namanya baik organisasi massa maupun partai politik, mereka juga adalah bagian dari rakyat Indonesia. Apalagi partai politik merupakan salah satu syarat terwujudnya proses penyelenggaraan negara yang mengatur, mengontrol dalam proses penyelenggaraan negara.

Tentu semua WNI mendapatkan hak yang sama dalam hal ini, karena ketersediaan vaksin yang tidak langsung tersedia dalam jumlah banyak maka dilakukan secara bertahap.

Idealnya yang mendapatkan suntik vaksin yang termasuk utama adalah generasi muda Indonesia karena ruh negara dan keberlanjutan sebuah negara bersandar pada generasi muda tersebut, yang membuat mereka penting memiliki kesehatan prima untuk dilindungi dan diselamatkan.

Tapi dalam hal ini karena konteksnya kemanusiaan maka orang yang dianggap lebih riskanlah yang memperoleh prioritas untuk diselamatkan seperti yang disampaikan di atas.

Semua upaya yang dilakukan hingga hari ini terkait penanganan, penindakkan dari pemerintah terhadap serangan wabah C-19 secara umum sudah cukup baik, hanya tinggal memunculkan kesadaran rakyat lebih besar untuk mengikuti dan patuh pada hal yang telah diatur.

Terkadang yang menjadi hambatan karena selalu saja ada pihak yang merasa kurang dalam proses pelaksanaan suntik vaksin lalu menganggap seluruh kinerja pemerintah minus. Padahal dengan memunculkan rasa syukur karena sudah ada vaksin untuk menangkal virus, itu sudah sebagai sebuah kekuatan dalam memunculkan imunitas tubuh yang baik.

Hanya soal didahulukan atau tidak yang kemudian dalam proses vaksinasi sering menjadi persoalan yang justru sering melemahkan imun akhirnya.

Keyakinan besar bahwa upaya yang dilakukan pemerintah sudah sangat maksimal, patut untuk didukung oleh seluruh rakyat. Keluarga saya yang juga termasuk terinfeksi virus (satu keluarga) tapi alhamdulilah sudah pulih, imun tubuh akan kuat selama 6 bulan ke depan terhadap virus dan siap menerima suntikan vaksin pada waktunya. Saat-saat hingga menuju 6 bulan ke depan vaksin bisa diterima oleh masyarakat lainnya yang tubuhnya siap untuk menerima vaksin. 

Begitulah harmoninya bangsa Indonesia hidup dalam dinamika kehidupan berbangsa, selalu ada plus dan minus, pro dan kontra terpenting tidak kemudian menjadi sebuah masalah besar yang memicu ricuh di ruang publik dan berkepanjangan karena akan menghambat proses vaksinasi serta produktivitas anak bangsa.

Berpegang pada prinsip, masalah besar dikecilkan, masalah kecil dihilangkan, dengan begitu effort yang dimiliki tidak sia-sia terbuang, itulah ciri manusia bijak yang menguntungkan diri sendiri pada akhirnya.

Selamat ber-vaksin, bagi yang belum mendapatkan vaksin terus saja fokus melakukan kegiatanya masing-masing, tidak terasa hingga tiba masanya untuk menerima vaksin.

***