Filosofi

Terus Berjatuhan Saudara Kita di Masa Pandemi C-19

Jumat, 13 Agustus 2021, 20:16 WIB
Dibaca 125
Terus Berjatuhan Saudara Kita di Masa Pandemi C-19
Covid-19 (Foto: kompas.com)

Awalnya berita duka hanya terdengar dari orang-orang jauh yang tidak dikenal, namun akibat penanganan wabah pandemik yang tidak sigap sejak awal terus menulari lebih luas dan banyak orang terdekat seperti sahabat, kerabat bahkan keluarga akhirnya terinfeksi.

Awalnya tidak mau terlalu memikirkan dampak negatif wabah virus agar tetap stabil mental untuk menguatkan imun dan tidak mudah tertular virus. Tentu dengan terus menjalankan protokol kesehatan (Prokes) C-19 dengan disiplin tinggi.

Tapi akhirnya sulit dihindari, akibat penangkalan wabah virus tidak efektif semakin menulari banyak orang dan merambat ke orang-orang yang kita kenal, membuat perasaan di hati menjadi gundah. Bagaimana tidak, teman atau sahabat yang dengannya kita selama ini bersendau gurau tentang banyak hal, menjalankan kegiatan bersama-sama akhirnya harus diakhiri dengan linangan air mata.

Yang awalnya tidak merasakan bagaimana sebuah duka itu akhirnya menghampiri diri dan memilukan hati.

Jika sejak awal pemerintah sebagai yang paling bertanggung jawab menjaga keselamatan warga bangsanya dengan cara serius menangani penularan wabah yang mengerikan ini, karena wabah virus tidak mengenal usia tua muda, miskin kaya, terdidik tidak terdidik, bahkan tenaga kesehatan pun sangat banyak yang telah berjatuhan, tentu kondisi yang dirasakan tidak separah saat ini.

Bagi pemerintah apakah hal ini tidak menjadikan sesuatu yang seharusnya dapat menyadarkan mereka bahwa amanah yang diembankan oleh rakyat ternyata jauh dari harapan hingga terus berjatuhan korban jiwa sudah mencapai angka 113.664 orang meninggal dunia per hari ini (kawalCOVID19).

Itu masih dari data yang tercatat, bagaimana dengan yang tidak tercatat? Kita tidak pernah tahu, bisa jadi angka kematian yang sebenarnya telah melampaui angka yang tercatat tersebut.

Apakah semua ini akibat fokusnya pemerintah pada prioritas dalam mempertahankan ekonomi dibanding keselamatan jiwa rakyat, akibat terlanjur menjalankan pembangunan infrastruktur secara besar-besaran sejak awal masa pemerintahan?

Sejatinya sebuah pemerintahan yang menjalankan amanah dalam mengelola negara, walau negara sedang dalam situasi normal tetap harus mengedepankan kehati-hatian yang tinggi, sangat terukur untuk membuat sebuah kebijakan atau perencanaan program kerja dengan salah satunya selalu mempertimbangkan situasi tak terduga yang sewaktu-waktu muncul dan mengganggu serta membahayakan kehidupan bangsa seperti hadirnya wabah virus corona saat ini.

Dengan demikian rencana-rencana yang telah disusun tersebut dapat dijalankan dan mudah dievaluasi serta dikendalikan dengan baik agar tidak memunculkan kerugian yang lebih besar dari semua bidang kehidupan.

Jika melihat dan merasakan kehidupan nasional seperti kondisi sekarang, bisa disimpulkan pemerintah telah bekerja dengan mengabaikan sikap mawas diri terkesan ugal-ugalan sehingga saat wabah datang menyerang tidak segera dapat mengatasinya dengan kendali baik dan semua sendi kehidupan jadi terganggu.

Dikhawatirkan keadaan begini berujung pada tergganggunya keamanan nasional yang berdampak chaos dan menggoyahkan stabilitas negara.

Lalu, jika sudah demikian (sudah banyak korban meninggal akibat penanganan wabah tidak maksimal sejak awal) ekonomi pun tidak serta merta dapat membaik secara permanen, apa selanjutnya langkah yang paling tepat dilakukan, jika tidak berprinsip masalah besar dikecilkan, masalah kecil dihilangkan?

Secara pribadi, sudah kehabisan kata-kata dan tidak mampu lagi mengekspresikan sesuatu walau pernyataan dari pemerintah telah menyatakan bahwa keadaan sudah semakin longgar namun faktanya masih terus terdengar raungan sirine ambulance. Karena kepergian para sahabat yang berpulang menghadap Illahi, bukan semata tentang takdir dari Allah tapi minimnya ikhtiar dari manusia itu sendiri untuk merubah keadaan buruk dengan bijak agar situasi segera membaik.

Jika demikian apa sejatinya fungsi adanya negara yang secara konstitusi berfungsi menjaga dan melindungi seluruh warga bangsanya dari segala ancaman jika kenyataan kita semua hidup dalam kekhawatiran dan ketakutan?

Keadaan Indonesia saat ini adalah tanggung jawab moral dan konstitusional seluruh pemimpin formal di negeri ini, apalagi sudah begitu banyak anggaran dikeluarkan untuk penanganan pandemik wabah namun tidak dirasakan efektif.

***