Filosofi

Setiap Manusia di Bumi Harus Terus Saling Terhubung

Selasa, 2 November 2021, 21:14 WIB
Dibaca 92
Setiap Manusia di Bumi Harus Terus Saling Terhubung
Rachel Corrie (Foto: Sindonews.com)

Jumlah manusia di dunia yang hampir mencapai delapan milyar orang, adalah jumlah yang tidak sedikit mengingat manusia membutuhkan dukungan terhadap pemenuhan kebutuhan pokok hidupnya baik primer maupun sekunder. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, manusia terus mencari sumber-sumber baru agar terjaga ketersediaan kebutuhan dasar seperti pangan, sandang, papan.

Untuk memenuhi kebutuhan ini seringkali terjadi perebutan sumber daya yang terbatas di antara negara-negara di dunia, seolah berlomba untuk menguasai ekonomi dunia agar memiliki kekuasaan lebih luas mengatur ketersediaan kebutuhan pokok bagi masing-masing negara.

Akhirnya berujung pada persaingan yang keras, dikhawatirkan berdampak munculnya konflik antar negara. Jika ini terjadi maka kehidupan sebagian manusia di bumi terancam keselamatannya. Bangsa dari setiap negara berasal dari entitas yang sama, sebagai manusia yang memiliki rasa ingin dilindungi dan terjaga dari ancaman, gangguan, serangan yang mengancam kesehatan maupun keselamatan hidupnya. Bukan semata bertaruh nyawa akibat kelaparan tetapi juga disebabkan oleh perebutan bahan pokok yang akhirnya memunculkan perang. Umat manusia di bumi harus sadar untuk bersatu sebagai bagian dari alam semesta dan juga tamu dari sang maha pencipta hidup dan kehidupan sejatinya sebagai tamu harus bersikap penuh kasih sayang kepada semua makhluk, apalagi kepada sesama manusia.

Walau berbeda negara, spirit kemanusiaan harus menjadi pegangan utama agar dalam pikir dan tindakkan orientasinya adalah kebahagiaan hidup umat manusia. Yang berarti bahwa setiap manusia punya hak hidup yang sama dan dengan pembagian yang lebih adil.

Saatnya negara-negara di dunia harus sadar dan berpikir untuk mengedepankan nilai kemanusiaan bagi seluruh umat manusia agar tidak ada lagi manusia yang tidak layak hidupnya mengingat sebagai makhluk berakal.

Oleh karena itu penting memunculkan seseorang yang dapat dijadikan simbol pemersatu umat manusia di bumi agar terus terhubung.

Ini sebagai ikon yang mampu membangkitkan perdamaian dunia, ia bisa datang dari latar belakang apapun asal memiliki nilai kemanusiaan yang tinggi. Dapat ditelusuri dari rekam jejaknya yang seluruh hidupnya didedikasikan bagi keselamatan hidup manusia.

Pernah suatu kali melihat sebuah tayangan di media seorang perempuan muda (Rachel Corrie) begitu berani pertaruhkan nyawa untuk menghadang sebuah buldozer yang hendak membangun lokasi perumahan bagi kaum Israel di Palestina, alangkah berani nyalinya walau akhirnya ia benar-benar terlindas oleh buldozer tersebut dan meninggal dunia.

Perempuan muda tersebut dapat dijadikan simbol perdamaian dunia, begitu besar spirit perjuangannya terhadap kemanusiaan hingga mau mengorbankan dirinya sendiri. Nilai hidup yang demikian harus menjadi simbol bagi kemanusiaan, bahwa manusia harus saling terhubung agar tidak terjadi penindasan terhadap manusia oleh manusia lainnya. Yang mengartikan bahwa manusia apapun negara, agama, ras, kelompok dan budayanya harus sama dijaga dan dirawat kehidupannya.

Jika umat manusia sepakat memiliki ikon ini, akan dapat meredam sikap mendominasi atau menjajah negara lain disadari atau tidak yang bisa melahirkan penderitaan bagi manusia itu sendiri. Manusia di muka bumi wajib hidup layak, jauh dari rasa takut dan cemas, semua harus mendapatkan hak sama dalam hidup.

Simbol pemersatu kemanusiaan di muka bumi akan selalu menyadarkan kita bahwa hidup sejatinya untuk saling berbagi, bukan mendominasi dan menguasai serta menimbunnya yang akan melahirkan peperangan. Kebersamaan ini menjadi kekuatan dasar umat manusia dalam menjalani kehidupan globalnya, tidak ada satu merasa lebih istimewa dari lainnya. Jika ini bisa dimunculkan, sangat yakin setiap individu manusia di bumi kehidupannya semakin baik secara kualitas dan tercipta lingkungan sosial lebih damai dan harmoni. Inilah cikal bakal kebahagiaan bagi kemanusiaan otomatis
tercipta stabilitas yang berkelanjutan bagi terjaganya kehidupan umat manusia.

***