Filosofi

Lengkapnya: Vivere Pericolosamente

Jumat, 24 Juni 2022, 09:37 WIB
Dibaca 111
Lengkapnya: Vivere Pericolosamente
Koleksi Q: buku kumpulan pidato BK.

Dari peri + bahasa. Gabungan dua patah kata itu, menjadi: peribahasa.

Peri adalah hal; sifat; keadaan. Atau juga: cara berbuat; laku. Jadi, bukan pertama-tama, peri adalah sang dewi cantik. Sedangkan "bahasa", kita mafhum bersama. Terang benderang. Tidak perlu dijelaskan lagi.

Peribahasa adalah ungkapan atau kalimat bernas. Yang ringkas. Padat. Berisi. Perbandingan. Perumpamaan. Nasihat. Sarat prinsip hidup. Atau bermuatan aturan tingkah laku.

Orator ulung, Bung Karno. Sosok yang dikenal piawai menggunakan peribahasa. Ia dengan kreatif menambahkannya untuk konteks kekinian. Melakukan inovasi sesuai seleranya. Bahkan, mencipta sendiri peribahasa yang kemudian mendunia. Dan abadi.

Tahun 2001. Dalam rangka memperingati 100 Tahun Bung Karno. Sekaligus, mengabadikan semua ucapan dan pemikirannya. Saya Ketua Tim Penerbitan naskah-naskah (asli) Bung Karno di lingkungan penerbitan Kompas-Gramedia. Beruntung sekali! Saya mendapat kesempatan pertama menerima (kemudian membaca) segepok Dokumen Negara. Ketikan manual kebanyakan. Naskah-naskah asli. Transkrip pidato Bung Karno di berbagai fora dan kesempatan.

Hanya sayang. Kopiannya, waktu itu, setelah habis-pakai, dikiloin.  Ada kopnya. Beberapa asli tulisan tangan BK pula. Baru nyadar. Bahwa semua itu amat sangat bernilai.

Salah satu saja pidato yang amat sangat masyhur itu. Yang mengguncang dunia, dan mengubah arah. Juga nancap di kepala orang. Yakni juluk pidatonya ini:

Vivere Pericoloso.

Ia frasa bahasa Italia. Artinya: "hidup penuh bahaya". Atau "hidup nyerempet-nyerempet bahaya". Saya condong menyebutnya: hidup ngeri ngeri sedap. Dalam bahasa Italia, struktur yang benar dan lengkap adalah: vivere pericolosamente.

Apa pun. Dapat saja dikreasikan. Apalagi, diucapkan tokoh besar dan berpengaruh, jadi pas saja.

Dalam hidup sehari-hari juga demikian. Hidup bukanlah ilmu eksakta. Yang mesti harus bisa dikuantifikasi.

***

Kemarin (24/06-2022). Kami (Pepih, Dodi, dan saya) terlibat diskusi hangat soal peribahasa. Latin persisnya. Saling adu argumen dan sudut pandang, tentunya. Akhirnya, sepakat juga. Ada tingkat tingkat pengguna peribahasa. Seperti halnya Bung Karno.

Tapi peribahasa. Apalagi frasa. Ia jadi alat, yang menonggak sejarah.

Seperti Bung Karno. Ingat Vivere pericoloso. Ingat tahun-tahun di mana BK memberi warning. Siap-siap menghadapi masa-masa sulit. Jika tidak waspada, bahaya mengancam.

Tapi baginya, tantangan sekaligus peluang. Konteks pidato itu adalah: Pencanangan Tahun "Vivere Pericoloso" (1964) oleh Soekarno sebagai Tahun Berdikari.

Berdikari. Juga frasa ciptaannya. Berdiri di atas kaki sendiri. Mandiri. Dalam segala hal. Jadi judul pidato pula.

Ada judul pidato BK yang saya suka. Satu di antaranya: AMBEG PARAMA ARTHA.

Topik yang pasti akan jadi narasi kita pada tulisan yang berikutnya.