Ekonomi

Pertanian Urat Nadi Pembangunan Berkelanjutan Khas Indonesia

Sabtu, 30 Januari 2021, 19:00 WIB
Dibaca 528
Pertanian Urat Nadi Pembangunan Berkelanjutan Khas Indonesia
Ilustrasi pertanian (Foto: kompasiana.com)

Mengapa Indonesia sebelum kemerdekaan dijajah hingga ratusan tahun oleh penjajah asing? Seluruh warga negara Indonesia (WNI) sudah tahu alasannya karena sudah dipelajari saat di bangku sekolah dengan mata pelajaran sejarah. Kebutuhan akan rempah-rempah menjadi tujuan utama penjajah. Rempah-rempah menjadi tujuan utama sebagai pelengkap kuliner mereka, demikian pentingnya hingga harus menjelajah jauh dari negaranya.

Penjajah seperti menemukan sebuah surga karena di daratan Indonesia memiliki tanah subur, beriklim tropis dapat bercocok tanam sepanjang masa dengan hampir semua jenis tanaman/tumbuhan. Jika penjajah sangat menghargai anugerah itu, bagaimana dengan bangsa Indonesia sebagai pemilik asli leluhur tanah dan alam Indonesia?

Bangsa yang pandai bersyukur lebih mudah memajukan negaranya, tidak membahas hal-hal yang tidak berguna dan membuang energi sia-sia. Bangsa bijak adalah bangsa yang tahu, sadar dan paham kapan dapat menggunakan energinya dengan baik, apalagi Indonesia memiliki luas daratan sebagai sumber pangan.

Karakter sebagai masyarakat agraris sangat melekat di jiwa masyarakat Indonesia, disayangkan jika karakter ini hilang karena arus globalisasi. Saatnya bagi Indonesia untuk mulai membangun pertanian sebagai industri utama dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Selama ini pertanian cenderung dikelola oleh petani yang digolongkan sebagai petani skala kecil yang memiliki luas lahan antara 0,25 hektar hingga 1 hektar saja. Hampir merata para petani inipun belum mendapatkan modal penyuluhan pertanian yang memadai secara intens dari pemerintah, apalagi jika dikaitkan dengan pertanian berkelanjutan.

Baca Juga: Peran Vital Petani jadi Penyangga Indonesia

Pertanian berkelanjutan adalah gerakkan pertanian menggunakan prinsip ekologi, studi hubungan antara organisme dan lingkungan. Untuk sampai ke tahap ini hanya pemerintah yang bisa mewujudkan dengan cara menggerakkan semua kekuatan yang mendukung majunya pertanian menjadi sebuah industri utama di Indonesia.

Konsep pertanian berkelanjutan bertumpu pada keseimbangan ekosistem yaitu ekonomi, sosial dan lingkungan. Pada dimensi ekonomi tingkat efisiensi ekonomi, daya saing, besaran dan pertumbuhan nilai tambah termasuk dalam hal ini laba dan stabilitas ekonomi. Dimensi sosial bahwa kebutuhan masyarakat akan kesejahteraan sosial tercermin dari kehidupan sosial yang harmoni dengan dapat dicegahnya konflik sosial, presentasi keberagaman termasuk perlindungan terhadap suku minoritas.

Pada dimensi lingkungan terwujudnya stabilitas ekosistem alam yang mencakup sistem kehidupan biologis dan materi alam seperti terpeliharanya keragaman hayati dan daya lentur biologis atau sumber daya genetik, sumber air dan agroklimat, sumber daya tanah serta kesehatan dan kenyamanan lingkungan.

Berpegang pada prinsip tersebut di atas maka industri pertanian dapat dijadikan icon bagi Indonesia sebagai negara tropis. Dengan demikian akan memunculkan petani yang berketahanan, bagaimana konsep pertanian yang berkelanjutan dalam mengantisipasi perubahan iklim.

Diciptakan lebih banyak kebun komunitas serta kebun rumah karena hampir semua jenis tanaman dapat ditanam maka dapat membangkitkan ketahanan pangan yang mandiri bagi masyarakat.

Teknologi yang diadopsi dan dikembangkan oleh negara adalah teknologi yang mendukung sektor industri pertanian untuk memudahkan mendapatkan hasil panen sesuai capaian yang diharapkan, selain dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri juga sebagai pengeksport.

Karakter masyarakat Indonesia yang cenderung santai sangat tepat dalam industri pertanian, kebisaan masyarakat umum identik dengan bidang pertanian apapun hasil pertaniannya seperti padi, tanaman kebutuhan pokok/dapur, obat-obatan, perkebunan teh, coklat, kopi, kelapa, tembakau, tebu dan lain-lain.

Jika ini dijadikan pondasi pikir para pemimpin bangsa apapun posisinya, tokoh politik, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan masyarakat umumnya maka Indonesia lebih mudah maju, alam yang terlihat indah karena tanaman pertanian yang hijau dan beragam dapat menjadi tujuan wisata domestik maupun turis asing/ mancanegara.

Karena hanya ada di Indonesia pariwisata pertanian yang besar, memberikan kesan alamiah sebuah kehidupan masyarakatnya serta seluruh wilayah Indonesia menjadi tujuan pariwisata ekologi. Pariwisata yang memiliki unsur pendidikan tentang lingkungan dan tanaman pertanian, apalagi untuk tanaman yang hanya bisa ditanam di Indonesia.

Harus mulai dirancang konsep tata ruang yang baik untuk mendukung terwujudnya pola industri pertanian berkelanjutan, agar lebih apik serta menjadi warisan bagi generasi muda Indonesia bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang kaya, selain mampu memenuhi kebutuhan pokok secara mandiri juga peningkatan ekonomi yang besar.

Baca Juga: Jangan Gengsi Menjadi Petani

Tak terbayangkan jika konsep industri pertanian berkelanjutan dapat diciptakan sebagai urat nadi pembangunan khas Indonesia, akan lebih banyak generasi muda Indonesia terjun sebagai petani modern yang menggantikan konsep petani yang selama ini terkesan kurang mendapat perhatian besar dari pihak manapun bahkan masyarakat sendiri.

Banyak ahli-ahli pertanian yang bisa diajak kerjasama untuk pemberdayaan dan pengembangan industri pertanian ini. IPB (Institut Pertanian Bogor) sebagai laboratorium besar bagi agrikultur Indonesia menjadi leader dalam membangun spirit pertanian Indonesia terus mendukung kemajuan berarti untuk mengangkat Indonesia kembali sebagai negara agraris yang lebih modern.

Jika sudah di lingkup ini, sejatinya jauh dari kepentingan-kepentingan politik, harus berjalan sangat profesional untuk menguatkan stabilitas ekonomi Indonesia.

Jakarta, 30.01.2021

Dr. SusiLawati MA.,M.Han

***