Budaya

Perempuan Makhluk Terindah, Berbahagialah Kaum Hawa

Senin, 29 Maret 2021, 09:42 WIB
Dibaca 327
Perempuan Makhluk Terindah, Berbahagialah Kaum Hawa
Ilustrasi perempuan (Foto: Blogger.com)

Jika kehadiran perempuan di bumi tiada, kira-kira akan seperti apa kehidupan manusia? Apakah Adam akan hidup sendiri sepanjang waktu di bumi yang luas? Faktanya hari ini kita melihat bahwa kehidupan manusia berkembang sangat pesat. Jumlah manusia yang mencapai hampir 8 milyar orang hidup dalam harmoni dan damai.

Begitulah hidup ditakdirkan, tanpa ingin mendebatnya dengan menjalani Sunnatullah (Tradisi Allah SWT dalam melaksanakan ketetapanNya sebagai Rabb yang terlaksana di alam semesta atau dalam bahasa akademis disebut hukum alam. Selalu ada dua kondisi saling ekstrim, segala sesuatu diciptakan berpasangan, saling cocok atau bertolakkan, Wikipedia).

Pada zaman Jahiliyah sebelum kehadiran agama Islam, nasib perempuan bagai sebuah benda yang diperlakukan sesuka hati oleh kaum lelaki. Di zaman Yunani kuno, martabat perempuan sangat rendah hanya dianggap sebagai penerus generasi, pembantu rumah tangga dan pelepas nafsu seksual lelaki. Filosof Demosthenes berpendapat bahwa istri hanya berfungsi melahirkan anak, Aristhoteles bahkan menganggap perempuan sederajat dengan hamba sahaya (budak), Plato menilai bahwa kehormatan lelaki pada kemampuan memerintah, sedang 'kehormatan' perempuan adalah pada kemampuan melakukan pekerjaan sederhana dan hina sambil terdiam tanpa bicara.

Jika diamati dari cara pandang para tokoh Filosof dunia tersebut menempatkan perempuan di bawah kaum pria sehingga kehadiran perempuan semata sebagai objek yang bebas diperlakukan oleh kaum pria di zaman itu.

Namum dengan berkembangnya kehidupan terus semakin baik telah menempatkan perempuan pada letak yang mulia karena sebagai ibu dari anak-anak yang selalu memberi kasih sayang sepanjang masa walau anak-anak tersebut sudah dewasa.

Dengan segala lebih dan kurangnya, dirasakan bahwa kehadiran perempuan adalah penyempurna bagi kehidupan, sebagai makhluk terindah menjadi penyemangat manusia. Bukan semata keindahan wajah/fisik (raga) tetapi juga keindahan hati/jiwa yang penuh kehangatan dalam keluarga dan lingkungan. Kelembutan, keramahan, kepedulian, ketelitian, ketelatenan, kesabaran, kegembiraan, kebaikan itu semua ruh yang ada dalam diri kaum hawa.

Sebagai seorang pribadi, seorang ibu dari putra/i, sebagai istri dari seorang suami, perempuan dapat menjalankan perannya sekaligus secara bersamaan. Dialah tiang penyangga keluarga dalam biduk rumah tangga di kehidupan yang dinamis, karena pada diri seorang ibu berfungsi menjaga amanah, membimbing, membina, membentuk karakter positif putra/i hingga dewasa dan berumah tangga. Jika tiang penyangga ini kokoh dalam setiap lingkup keluarga otomatis menguatkan lingkungan lebih luas pada kelompok, organisasi bahkan negara.

Oleh karena itu peran perempuan tak kalah dengan pria dalam relasi di ruang publik pada bidang ekonomi, politik, sosial budaya dan bidang lainnya memiliki persamaan hak yang patut dijunjung, dihargai sebagai partner. Sebagai seorang perempuan dewasa kesempatan terbaik turut serta membangun lingkungan lebih terjaga, terlindungi dan terkendali dengan kehadirannya.

Baca Juga: Bersejarah, Kian Banyak DPRD Diketuai Seorang Perempuan

Sangat disayangkan apabila kurangnya perhatian, penghargaan dan penghormatan kepada kaum perempuan di ruang publik dengan segala kekurangan yang ada pada kaum perempuan. Sebagai makhluk yang lembut wajib dilindungi dengan mewujudkan lingkungan yang ramah. Sarana prasarana di ruang publik terbuka harus berpihak kepada kaum perempuan, agar perempuan merasa aman, nyaman dan bahagia, jika sadar kehidupannya terjaga baik maka kebahagiaan perempuan akan berdampak pada kebahagiaan dalam keluarga dan lingkungan sekitar. Kehidupan akan terasa hampa jika tiada makhluk terindah ini, tanpa adanya sentuhan perempuan apalah arti hidup.

Dalam kehidupan yang dinamis identik dengan hal-hal kontra, kehidupan membutuhkan kehadiran sosok perempuan untuk membalance keadaan tersebut.

Perempuan adalah sosok terindah yang menjadi kekuatan bagi kehidupan untuk menghadapi segala rintangan. Kekuatan itu ada pada kelembutan perempuan. Kepedulian dan ketakhlukan pria terhadap perempuan adalah bukti simbol kekuatan kaum pria.

Perempuan pemilik jiwa-jiwa putih, sebagai sahabat dalam hidup yang memiliki magnet tersendiri, sebagai teman terbaik untuk bercerita dan saling berbagi.

Di Indonesia sendiri dengan kehadiran Raden Ajeng Kartini telah mengubah wajah perempuan Indonesia, menjadikan perempuan Indonesia maju, berkembang dan cemerlang. Selain cantik, juga cerdas dan berani, itulah simbol perempuan Indonesia saat ini.

Berbahagialah kaum hawa tiada lagi penghalang untuk maju, semua ada pada dirimu sendiri untuk memilih hal yang terbaik.

***