Budaya

Kehidupan Post Modern Harus Diimbangi dengan Spiritualitas Tinggi

Rabu, 17 November 2021, 08:52 WIB
Dibaca 93

Perkembangan kehidupan manusia di dunia yang begitu pesat dimulai dengan berkembangnya bidang industri. Industri yang dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia yang diawali dengan revolusi industri 1.0 hingga saat ini akan memasuki revolusi industri 5.0. Revolusi industri adalah keadaan dimana banyak aspek kehidupan yang terpengaruh oleh perubahan global. Proses produksi yang mulanya sulit, memakan waktu lama, memakan biaya mahal menjadi lebih mudah, cepat dan lebih murah dalam prosesnya (Binus.ac.id).

Berkembangnya industri dimulai dari revolusi industri 1.0 pada abad 18 yang ditandai dengan munculnya mesin uap, kemudian berkembang menjadi revolusi industri 2.0 pada awal abad 20 yang ditandai dengan proses transportasi dengan ditemukannya ban berjalan. Selanjutnya memasuki revolusi industri 3.0 yang ditandai dengan mesin bergerak dan berpikir secara otomatis seperti komputer (informasi) dan robot, kemudian terus berkembang pada revolusi industri 4.0 yang dirasakan saat ini telah memberikan efek besar pada ekosistem dunia serta tata cara kehidupan. Diyakini dapat meningkatkan perekonomian dan kualitas kehidupan manusia secara signifikan yang ditandai dengan hadirnya Internet of Thing (IoT), Big Data, Percakapan 3D, Artificial Intelligence (AI), Kendaraan tanpa Pengemudi, Rekayasa Genetika, Robot dan Mesin Pintar. 

Tidak berhenti sampai di situ karena kehidupan manusia terus bergerak secara dinamis maka akan memunculkan revolusi industri 5.0 yang merupakan konsep secara fundamental dapat mengubah cara kita hidup, bekerja dan berhubungan satu dengan lain. Salah satu karakteristik unik dari 5.0 adalah pengaplikasian kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (Kpgri1kotabogor.sch.id).

Sebagai manusia yang berakal pikir tentu memiliki daya pikir dan daya analisis untuk terus mengupayakan apa sejatinya tujuan yang hendak dicapai oleh manusia, dengan selalu mengedepankan kepedulian atas dasar kemanusiaan baik sebagai subjek maupun objek dari kemajuan itu sendiri.

Sulit menghindari perkembangan jaman yang bergerak cepat, untuk itu manusia sebagai yang paling bertanggung jawab dalam mengendalikan perkembangan tersebut utama pada kecerdasan artifisial dimana semua hal terkait kemudahan hidup manusia terekam dan tersimpan pada teknologi digital yang berarti kehidupan manusia semakin dimanjakan. Namun harapannya hal ini tidak membuat karakter manusia menjadi lemah mengingat manusia sebagai satu-satunya makhluk yang paling bertanggung jawab menyelamatkan kehidupan umat manusia itu sendiri. Kecanggihan teknologi disadari atau tidak, harus dijauhkan dari merusak budaya manusia alih-alih ingin menatanya dengan lebih mudah dan baik. Manusia yang juga sebagai makhluk spiritual (Berhubungan dengan atau bersifat kejiwaan, rohani dan batin. KBBI) harus bisa mencegah agar kemajuan yang diinginkan tidak sampai mendegradasi nilai-nilai kemanusiaan. Karena jika terjadi akan sangat merepotkan keberadaban manusia, akibat terlalu berorientasi pada kemajuan dan menjadi makhluk terhebat namun lingkungan sosial terabaikan.

Apapun tujuan hidup manusia di muka bumi harus kembali bagaimana rasa kemanusiaan selalu menjadi pedoman kuat. Dengan berpegang pada prinsip ini maka semua kemajuan tersebut dapat berjalan seimbang dan harmoni. 

Kesepakatan bersama agar kemajuan tersebut tidak mengembalikan kehidupan manusia seperti jaman primitif, terus berlomba sebagai pemenang dan berkuasa, menekan kelompok lainnya namun dalam bentuk yang berbeda. 

Sebagai salah satu warga dunia, ingin menyerukan kepada masyarakat dunia untuk menetapkan orientasi kemajuan yang dicapai dengan mengedepankan perdamaian hidup bagi seluruh umat manusia. Semakin cerdas manusia harus dirasakan kehidupan semakin tenang, stabil dan berkelanjutan. 

Sudah tahu rasanya hidup di luar kendali manusia membuat hidup manusia sangat menderita, apalagi dengan pola perkembangan teknologi yang demikian cepat. Dalam menjalani kehidupan, tidak luput dari kewaspadaan agar manusia tidak mengalami masa-masa kelam seperti masa dulu dan spiritnya harus terus mengarah pada ruang yang semakin aman dan tenang.

Kehidupan manusia di masa depan harus terus berpijak pada nilai spiritualitas yang tinggi. Jika berbagai era industri yang berkembang dan dilalui selama ini berfokus pada pencapaian ekonomi, sejatinya pada era industri selanjutnya kental dengan nilai spiritual, yang berarti fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar tercukupi dan berfokus pada jiwa dan batin yang semakin harmoni.

Era post modern (kecepatan) sejatinya bisa menjadi orientasi pikir bangsa Indonesia untuk menebarkan kesejukkan bagi umat manusia dengan kualitas hidup sederhana terus menyatu dengan semesta alam sebagaimana kodratnya makhluk hidup yang saling ketergantungan. 

Setiap individu memiliki kesadaran tinggi bahwa dalam dirinya ada tanggung jawab besar untuk menciptakan kehidupan manusia lebih berkualitas. Ini adalah ruh bangsa Indonesia yang bisa dijadikan pedoman bagi seluruh umat manusia di jagat raya ini.

***