Budaya

Bagaimana Melindungi Kehidupan Anak Cucu di Masa Depan?

Selasa, 29 Juni 2021, 10:37 WIB
Dibaca 124
Bagaimana Melindungi Kehidupan Anak Cucu di Masa Depan?
Ilustrasi anak kakek dan cucu (dok. Pribadi)

Perkembangan zaman yang sangat cepat membuatku terpaku sejenak dan berpikir, bahwa perkembangan zaman yang begitu cepat yang ditandai dengan berkembangnya teknologi yang semakin canggih terutama teknologi digital/informasi, memudahkan terbangun relationship antar manusia tanpa batas di seluruh dunia. Sudah tidak ada lagi batas karena budaya, ras, agama dan negara semua menjadi satu sebagai manusia di muka bumi. Dampak positifnya kehidupan semakin mudah, sehingga setiap orang bisa saling memberdayakan diri pada bidang yang disukai, jika membutuhkan sebuah informasi langsung membuka google dan semua informasi yang diinginkan ada tersedia. 

Namun bagaimana jika konektivitas yang terjadi berasal dari hal negatif ? Akibat sulitnya membuat batasan atau filter di media online yang dikhawatirkan berdampak buruk bagi anak cucu kita dalam tumbuh kembangnya? Peredaran narkoba internasional yang masif berpengaruh ke dalam negeri juga belum dapat ditekan, perdagangan manusia yang dikemas sebagai tenaga kerja wanita, kejahatan seksual yang seringkali menyasar anak-anak atau usia remaja yang mudah terpengaruh oleh iming-iming yang menarik bagi anak-anak. Ini menjadi kekhawatiran tersendiri bagi seluruh orangtua khususnya di Indonesia, secara umum masyarakat masih sangat mudah dipengaruhi hal-hal yang berbau asing atau dari negara lain.

Masih menganggap bahwa sesuatu yang berasal dari negara lain adalah sebuah kemajuan padahal di dalamnya sangat banyak jebakan jika tidak berhati-hati. Apalagi jika sudah terjebak, sulit untuk melepaskan diri. 

Oleh karena itu, sebagai orangtua harus terus peduli bagaimana caranya agar kehidupan anak cucu di masa depan sepeninggal kita, mereka dapat hidup terjamin dari semua sisi dibanding kehidupan orangtuanya.

Salah satu hal yang harus menjadi perhatian adalah tanggung jawab terbesar ada pada orangtua, terbaik dapat terus menjaga kebersamaan dalam keluarga agar kehangatan selalu dirasakan oleh setiap individu dalam keluarga utama pada anak-anak agar dapat meminimalisir hal-hal yang mengganggu dan membahayakan fisik dan jiwa mereka mengingat perjalanan hidup mereka masih jauh.

Jika setiap keluarga bertanggung jawab terhadap keluarganya, maka tidak sulit untuk membimbing dan mengarahkan anak-anak kemudian. Jika pola ini terbentuk baik dalam keluarga, maka setiap anak dipastikan sudah memiliki rasa aman, tenang dan percaya diri untuk berinteraksi di lingkungan luar/sosial dengan tetap menjadi dirinya sendiri otomatis tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal baru atau asing. 

Mereka juga melakukan komunikasi yang intens kepada keluarga atau orangtua daripada kepada teman yang ilmu dan pengalamannya sama dengan diri mereka sendiri terhadap hal apapun yang ingin diketahui. 

Baiknya kualitas kehidupan setiap individu sangat dibutuhkan dalam mendukung pembangunan peradaban bangsa, ini sebagai cikal bakal majunya sebuah negara. Terjaminnya kehidupan anak cucu di masa depan menjadi nyata terealisasi, karena setiap orang sudah sadar dan memiliki batasannya sendiri masing-masing sehingga tidak berperilaku liar yang bisa mengganggu ketertiban umum. 

Ketenangan hati sebagai generasi terdahulu juga menjadi kebahagiaan hakiki, karena mengetahui dan yakin bahwa kehidupan anak cucu di masa depan selalu dalam ruang yang terkendali baik sehingga mereka dapat menjalankan seluruh aktivitas kehidupan dengan ringan dan gembira. 

Walau kehidupan terus berkembang modern, mereka tetap dapat menikmati kemodernan tersebut dengan tetap dalam kontrol orangtua, begitulah sejatinya kehidupan manusia berproses. Maka kualitas kehidupan kita terus membaik dan terdukung untuk berkreativitas yang berdampak terciptanya kehidupan berbangsa saling menginspirasi, saling mendukung, saling mengisi, saling melengkapi untuk menguatkan persaudaraan sebangsa, sebagai bangsa Indonesia.

***