Budaya

Rumah Adat Dayak di Singkawang

Selasa, 10 Mei 2022, 09:39 WIB
Dibaca 109
Rumah Adat Dayak di Singkawang
caption, sama dengan judul narasi.

Banyak alias untuk rumah adat manusia Dayak. Di Kalimantan Barat, disebut "rumah radakng". Orang Iban menamainya: rumah panjai. Orang Kalimantan Tengah menjulikinya "huma betang". Sementara di Kalimantan Timur, disebut " lamin". 

Apa pun namanya. Tak mengubah maksud substansi.

Ia adalah sebuah rumah komunal yang dihuni oleh banyak rumah tangga yang garis keturunannya berbeda-beda. Dilihat dari stukturnya, berbentuk  rumah tunggal, namun dihuni oleh berbagai keluarga dalam satu struktur rumah yang tunggal.

Singkawang memberi "pelajaran" bagi kita semua. Ketika seorang menjadi pemimpin secara sah dan sesuai tata-aturan. Ia meninggalkan cangkang. Yakni asal mula suku, kelompok, dan golongannya.

Sebuah komunitas di huma betang itu dapat terdiri dari satu atau beberapa rumah yang setiap rumah tangga dapat memisahkan diri dari tetangganya dengan menyekat los dengan dinding. Akan tetapi, tetap menyisakan koridor panjang yang berfungsi sebagai ruang bersama untuk interaksi komunal.

Struktur dan bentuk bangunan kurang lebih sama pada tiap-tiap suku bangsa Dayak di mana pun berada. Tiang-tiang tinggi sebagai kaki bangunan, sama.

Namun, ada yan unik. Lazimnya, rumah panjang dibangun oleh dan di antara orang Dayak. Namun, huma betang yang satu ini tegak berdiri di antara suku Hakka di Singkawang. Ini yang tak lazim.

Menjadi tempat penyelengaraan adat budaya Dayak, seperti Naik Dango. Rumah adat Dayak ini kemudian bukan hanya milik orang Dayak, melainkan milik semua warga Singkawang.

Rumah adat Dayak ini bukan saja bangunan fisik. Namun, mencerminkan nilai-nilai dan warna lokal yang sangat dominan. Sekaligus, mengabadikan nilai historis Singkawang sebagai bagian dari sejarah Sambas di masa lalu.

Rumah adat (Dayak) di antara etnis mayoritas Tionghoa ini menunjukkan. Bahwa pelangi indah karena gabugan berbagai puspawarna. Jika hanya satu warna, bukan pelangi lagi. Dan pasti tidak seindah gabungan semua warna.

Hal yang patut diacungi jempol. Singkawang memberi "pelajaran" kepada kita semua. Bahwa ketika seorang menjadi pemimpin secara sah dan sesuai tata-aturan. Ia meninggalkan cangkang. Yakni asal mula suku, kelompok, dan golongannya.

Itulah ciri pemimpin. Ketika jadi pemimpin, ia pemimpin bagi semua.