Budaya

Konsep Berbangsa yang Baik Harus Bisa Dirasakan dalam Kehidupan Sehari-hari

Senin, 14 Juni 2021, 04:55 WIB
Dibaca 389
Konsep Berbangsa yang Baik Harus Bisa Dirasakan dalam Kehidupan Sehari-hari
Ilustrasi toleransi (Foto: detik.com)

Indonesia sebagai negara yang memiliki keberagaman hayati berbentuk kepulauan terbesar di dunia dan beriklim tropis adalah anugerah yang amat sempurna bagi bangsa Indonesia.

Terbentuknya negara Indonesia menjadi sebuah negara yang didasari oleh perjuangan besar para founding father untuk menyelamatkan seluruh rakyat Indonesia agar menyatu dalam bingkai negara Republik Indonesia. Kesempurnaan bentuk negara yang sejak diproklamirkan kemerdekaan dengan ideologi Pancasila yang digali dari nilai luhur bangsa, sebagai sumber dari segala sumber hukum yang mengatur kehidupan berbangsa. Konstitusi yang harus dipatuhi oleh seluruh warga negara Indonesia (WNI) menjadi pedoman bangsa Indonesia dalam menjalankan kehidupan berbangsa di masa kemerdekaan agar terwujud tujuan bersama adil, makmur, sentosa.

Derasnya arus globalisasi di era demokrasi dan digital, memberi pengaruh besar bagi dinamika kehidupan berbangsa, keterbukaan informasi yang begitu mudah diakses tanpa ada lagi sekat negara. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi bangsa Indonesia dalam menyikapi perkembangan kehidupan yang semakin modern di sisi lain harus tetap berpegang teguh pada amanah konstitusi negara Indonesia agar tidak hanyut terbawa arus globalisasi.

Mengingat setiap WNI memiliki peran yang sama menjaga dan melindungi negara dan bangsanya, dalam keadaan tidak terjadi invasi atau perang militer maka sipil merupakan kekuatan besar bagi pertahanan Indonesia dengan berfokus pada pembentukkan karakter yang identik dengan kreatifitas, karya, prestasi dan produktif.

Salah satu pembentuk karakter yang diharapkan tersebut jika dalam materi pelajaran di sekolah disertakan materi pelajaran kepribadian untuk mengetahui bagaimana tata cara aturan dalam menempatkan diri di ruang publik sosial.

Secara umum materi agama dan budi pekerti sudah baik dipahami oleh seluruh masyarakat Indonesia namun belum dirasakan perilaku baik itu dalam interaksi sosial.

Biasanya pendidikan kepribadian ini sangat mahal biayanya jika didapatkan dari lembaga pendidikan swasta atau komersil sehingga tidak semua orang bisa merasakannya, oleh karena itu yang paling efektif jika pemerintah memasukkan dalam materi pelajaran umum di setiap sekolah berdampak anak didik mampu dan tahu cara berbicara dan bersikap yang baik dan benar, dengan demikian tercipta suasana aman, nyaman, tertib dan berkualitas.

Di sisi lainnya generasi muda pada usia pencarian jati diri diikutkan wajib militer (wamil) sebagai pembentuk pribadi berani dan disiplin yang difungsikan menjaga wilayah perbatasan di seluruh Indonesia atau daerah-daerah konflik. Mereka akan bangga jika memiliki pengalaman berharga secara nyata telah membuktikan mampu menjalankan peran menjaga dan melindungi negara yang terus melekat pada jiwa mereka membentuk sikap pribadi mandiri dan bertanggung jawab. Apapun ucapan dan tindakkan yang dilakukan semata atas dasar kepentingan bangsa dan negara ketimbang kepentingan sendiri apapun bidang yang dipilih selanjutnya, anggaran pertahanan menjadi lebih optimal.

Sikap sadar berbangsa dan bernegara, cinta tanah air, cinta ideologi Pancasila adalah kunci hidup bangsa Indonesia. Apapun perannya, sebagai seorang ayah, ibu, anak, pelajar, guru, pegawai, medis, pemimpin, politisi, pedagang, pembisnis, seni, perbankan semua dijalankan dengan penuh rasa tanggung jawab, dengan demikian sudah terminimalisir persoalan-persoalan bangsa. Tinggal menjalankan proses kehidupan dengan tenang secara sederhana namun meningkat (progres), itulah sejatinya sebuah proses dijalankan dan menjadi pola, tidak terburu-buru berdampak stabilitas negara terganggu.

Hal Ini harus menjadi kesepakatan dan komitmen bersama bangsa Indonesia. Konsep berbangsa sudah sangat baik harus bisa dirasakan kebaikannya di ruang kehidupan nasional dengan saling menghormati dan menghargai antar individu.

***