Budaya

Senang Bertemu Orang Baru

Kamis, 18 November 2021, 14:16 WIB
Dibaca 75
Senang Bertemu Orang Baru
Kebersamaan (Foto: merdeka.com)

Keberagaman suku, budaya, adat, etnis yang dimiliki bangsa Indonesia adalah anugerah yang harus diterima dengan cara mensyukuri. Apalagi jika dapat dimanfaatkan untuk kemajuan diri sendiri maupun orang banyak. Salah satu cara sederhana yang bisa dilakukan adalah senang bertemu dengan orang baru atau dengan kata lain senang bersilaturahim.

Kekuatan silaturahim otomatis menguatkan sebuah hubungan yang berdampak baik bagi kebersamaan untuk semakin solid dan tidak mudah diganggu atau diprovokasi oleh siapapun mereka yang tidak bertanggung jawab dan hanya mengambil keuntungan sepihak.

Saat masih kecil dahulu memang orangtua selalu mengingatkan agar tidak sembarangan berbicara dengan orang asing (orang yang baru dikenal) karena sangat berbahaya bagi keselamatan diri. Namun beranjak dewasa, sudah bisa lebih menggunakan rasionalitas berpikir dalam arti dapat mengendalikan diri serta lingkungan dengan menjalin komunikasi yang baik dengan banyak orang. Selalu senang bertemu dengan orang yang baru dikenal, akan mendapatkan banyak hal dalam bentuk informasi atau philosofy berpikir dari setiap orang menjadikan kita pribadi lebih terbuka dan mampu membuat sebuah konsep atau ide luar biasa yang dapat diaplikasikan.

Pintu-pintu kemudahan semakin terbuka lebar, lebih mudah juga dalam mengembangkan diri otomatis meluaskan persahabatan. Dengan persahabatan yang luas, setiap waktu sangat efisien karena bermanfaat. Model hubungan demikian dapat menjadi dasar dalam membangun solidaritas sesama anak bangsa yang memiliki kesadaran bersama untuk maju.

Jika ditelisik lebih dalam, sejatinya tidak ada persoalan krusial yang dihadapi oleh bangsa Indonesia, hanya tinggal menjalani dan menikmati seluruh anugerah luar biasa ini seperti bangsa lain di dunia yang juga senang menjalani kehidupan bernegaranya dengan bangga.

Dengan demikian tercipta ruang sosial yang lebih tertib, tenang sehingga membuat nyaman dan betah warga bangsanya dalam menjalani kehidupan berbangsa. Maka terjawab sudah persoalan bangsa Indonesia dalam upaya mensejahterakan rakyatnya walaupun saat ini sedang dalam menghadapi situasi sulit akibat pandemi wabah Covid-19.

Beberapa konstruksi berpikir untuk mengenali level berpikir orang yang ditemui yaitu kepercayaan (Belief) sebagai tatanan sosial yang dipegang sebagai moral, kebiasaan dalam berpikir (Habit of Mind) adat istiadat yang menurun dan mengkristal, ragu (Doubt) meragukan apa yang selama ini dianggap sebagai kemapanan, pertanyaan (Inquiry) penelitian karena yang dicari adalah nilai bukan semata kebenaran, logika teori (The Logic of Theory) kebiasaan yang benar menjadi sebuah teori.

Dengan mengetahui hal tersebut sebagai dasar berpikir dalam menjalin komunikasi dengan orang lain, dengan tidak mencari-cari kesalahan orang lain yang akan melemahkan kebersamaan, maka energi dapat lebih berguna untuk mendukung kemajuan bersama. Bangsa bijak adalah bangsa yang sadar bahwa waktu adalah uang, tentu setiap orang tidak mau kehilangan uang, apalagi karakter masyarakat Indonesia sangat berorientasi pada pencarian sumber uang. Bertemu dengan orang baru sejatinya mendapat oase baru yang memberi warna lain yang menjadikan hidup lebih bersemangat untuk berkreasi.

Terus saling terhubung dengan cara saling mendengarkan akan memunculkan rasa damai dan kemanusiaan, semakin menguatkan semangat dalam menjalani kehidupan sosial berbangsa. Apakah masih ada cara lain yang lebih sederhana?

***