Budaya

Meneladani dan Memaknai Perjuangan Pahlawan sebagai Bentuk Ketahanan Nasional

Rabu, 10 November 2021, 11:14 WIB
Dibaca 76
Meneladani dan Memaknai Perjuangan Pahlawan sebagai Bentuk Ketahanan Nasional
Para pahlawan (Foto: tirto.id)

Dalam memperingati hari pahlawan setiap tanggal 10 November, sejatinya ini sebagai pembentuk jiwa patriot bagi anak bangsa untuk semakin tahu dan sadar bahwa setiap warga negara Indonesia (WNI) memiliki peran besar dalam menjaga dan memajukan negaranya. Sikap para pahlawan yang dengan sukarela telah mengorbankan seluruh jiwa raganya demi menjaga negara dari kolonialisme dan imperialisme, harus menjadi pemicu gairah bagi generasi muda Indonesia yang memiliki semangat dan energi besar. Arahnya sudah sangat jelas bahwa apa pun yang dipikirkan, diucapkan dan dilakukan semua didasarkan pada semangat kecintaan terhadap tanah air Indonesia. Jika hal ini tertanam di benak dan jiwa seluruh anak bangsa serta diimplementasikan dalam sikap hidup sehari-hari maka ketahanan nasional dapat terwujud stabil. Ketahanan nasional adalah keuletan dan daya tahan kita dalam menghadapi segala ancaman, baik yang datang dari luar maupun dari dalam yang langsung maupun tidak langsung membahayakan kelangsungan hidup negara dan bangsa Indonesia (Lemhannas RI).

Bung Karno mengatakan bahwa, mempertahankan kemerdekaan lebih sulit daripada merebutnya dari penjajah asing. Karena yang dihadapi adalah saudara sebangsa sendiri maka dibutuhkan kesabaran tinggi dan kebijaksanaan dari setiap individu untuk menghadirkan sikap toleransi serta solidaritas karena Indonesia memiliki keberagaman sosial. Untuk itu penting setiap WNI mengerti serta memahami bagaimana lingkungan strategis Indonesia yang dapat dilihat dari Asta Gatra yang terbagi dalam Tri Gatra yaitu Geografi (Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan iklim tropis), Demografi (memiliki jumlah penduduk terbesar ke empat di dunia dengan keberagaman budaya dan etnik), Sumber Daya Alam (Kekayaan biodiversity sebagai sumber daya yang diolah untuk mendukung kesejahteraan hidup) dan Panca Gatra yaitu Ideologi (Setiap WNI wajib menjalankan nilai-nilai Pancasila), Politik (Indonesia menganut sistem politik demokrasi dimana WNI dilindungi hak azasi manusianya dan setiap orang diberi kebebasan dalam menyampaikan aspirasi namun bertanggung jawab), Ekonomi (Setiap WNI mendapatkan pembagian ekonomi yang adil & merata, Ekonomi Pancasila), Sosial Budaya (Masyarakat Indonesia adalah masyarakat religi yang sangat menjunjung tinggi konsep Ketuhanan dan Kemanusiaan), Pertahanan Keamanan (Peran TNI dan Polri sebagai penjaga kedaulatan, keutuhan dan keselamatan bangsa dan negara Indonesia).

Dengan memahami Asta Gatra tersebut sebagai dasar yang baik dalam menjalankan seluruh proses kehidupan berbangsa secara konsisten dan bertanggung jawab.

Hal ini membentuk spirit positif yang secara langsung maupun tidak langsung sudah meneladani dan memaknai sikap dari para pahlawan bangsa. Karena spirit juang sudah melekat pada setiap individu maka dapat mengisi kemerdekaan dengan kreativitas dan karya yang berarti kesadaran tinggi dari setiap anak bangsa sudah merata sama baiknya dalam memegang prinsip ini sebagai pedoman hidup.

Minimal jika setiap anak bangsa bisa taat dan patuh pada aturan yang berlaku, itu saja sudah sangat baik sebagai dasar terciptanya lingkup kehidupan nasional yang lebih sehat dan kondusif.

Dengan demikian ketahanan nasional menjadi kokoh dan berkelanjutan. Secara umum seluruh anak bangsa, generasi muda khususnya hanya tinggal menjalankan aktivitas sehari-sehari dengan tenang dan bisa lebih produktif, berdampak negara menjadi sejahtera, maju dan berkeberadaban.

***